
Harga emas turun pada hari Jumat (21/2) karena investor membukukan keuntungan dari rekor tertinggi sesi sebelumnya, tetapi bersiap untuk kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut, didorong oleh permintaan safe haven yang kuat di tengah kekhawatiran atas rencana tarif Presiden AS Donald Trump.
Harga emas spot turun 0,1% menjadi $2.935,75 per ons. Emas batangan naik sekitar 1,7% minggu ini setelah naik ke rekor $2.954,69 pada hari Kamis. Harga emas berjangka AS turun 0,2% menjadi $2.950,30.
"Ini hanya pergerakan klasik dari rekor tertinggi baru dan aksi ambil untung... (tetapi) fundamental emas tetap solid," kata Alex Ebkarian, kepala operasi di Allegiance Gold.
Harga emas telah memecahkan dua rekor tertinggi minggu ini dan diperdagangkan di atas $2.950 per ons, karena ketidakpastian seputar pertumbuhan ekonomi global dan ketidakstabilan politik telah menggarisbawahi minat investor terhadap emas batangan, yang telah naik 11,5% sejauh ini pada tahun 2025.
"Permintaan emas saat ini didorong terutama oleh investor barat dan bank sentral. Investor ETF tampaknya ikut-ikutan," kata analis Commerzbank dalam sebuah catatan.
Rangkaian rencana tarif baru Trump yang diumumkan awal minggu ini mencakup bea masuk atas kayu dan produk hutan, di samping rencana yang diumumkan sebelumnya untuk mengenakan bea masuk atas mobil impor, semikonduktor, dan farmasi.
Ini terjadi setelah pengenaan bea masuk tambahan sebesar 10% atas impor Tiongkok dan bea masuk sebesar 25% atas baja dan aluminium.
Peran emas sebagai tempat berlindung yang aman belum sepenuhnya terwujud karena peralihan dari aset yang lebih berisiko ke aset yang lebih aman tidak signifikan, dengan uang yang masih belum ada, kata Ebkarian.
Investor juga memantau lintasan suku bunga Federal Reserve AS untuk mencari petunjuk, mengingat kebijakan Trump dipandang sebagai inflasi. Inflasi yang lebih tinggi dapat memaksa Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi, sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Perak spot turun 0,8% menjadi $32,68 per ons dan paladium turun 0,9% menjadi $968,74. Kedua logam tersebut menuju kenaikan mingguan.
Platinum turun 0,7% menjadi $972,19 dan bersiap mengalami penurunan mingguan. (Newsmaker23)
Sumber: CNBC
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...
Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...
Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...
Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...