
Emas (XAU/USD) naik tipis untuk diperdagangkan di kisaran $2.630 pada hari Selasa(3/12) setelah komentar dari pembicara Federal Reserve (Fed) menyebabkan peningkatan kemungkinan Fed memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan Desember. Suku bunga yang lebih rendah berdampak positif bagi Emas karena mengurangi biaya peluang untuk memegang aset yang tidak membayar bunga.
Risiko geopolitik yang meningkat juga dapat mendukung Emas di tengah konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah yang kini diperparah oleh pecahnya perang saudara di Suriah, konflik Rusia-Ukraina, dan risiko politik di Prancis. Selama masa krisis, investor beralih ke Emas untuk mencari keamanan.
Emas bergerak naik pada hari Selasa setelah komentar dari beberapa anggota Fed tampaknya condong mendukung bank sentral memangkas suku bunga AS pada pertemuan bulan Desember.
Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan pada hari Senin bahwa ia condong "mendukung pemangkasan pada bulan Desember." Rekannya, Presiden Fed New York John Williams, meskipun lebih berhati-hati, mengatakan bahwa pemotongan suku bunga lebih lanjut diperlukan karena risiko terhadap inflasi dan ketenagakerjaan lebih seimbang. Namun, ia menambahkan: "seseorang dapat mengajukan argumen untuk melewatkan pemotongan suku bunga pada bulan Desember, (saya) akan mencermati data dengan saksama untuk memutuskan."
Namun ia melanjutkan dengan mengatakan, "kebijakan cukup ketat sehingga pemotongan pada bulan Desember masih memberikan ruang yang cukup untuk memperlambat laju pemotongan di kemudian hari jika diperlukan."
Sementara itu, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan pada hari Senin bahwa ia "tetap membuka opsinya" terkait pemotongan pada bulan Desember. Namun, ia juga tampaknya condong mendukung langkah tersebut, menambahkan bahwa karena risiko terhadap pasar tenaga kerja dan inflasi "hampir seimbang, kita juga harus mulai mengalihkan kebijakan moneter ke arah sikap yang tidak merangsang atau menahan aktivitas ekonomi."
Komentar mereka, serta data Indeks Manajer Pembelian (PMI) AS yang lebih baik dari perkiraan untuk bulan November, meningkatkan taruhan pasar bahwa Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Pada hari Selasa, alat CME FedWatch menghitung probabilitas skenario tersebut sebesar 72,5% (dari pertengahan 60-an sebelumnya).(ayu)
Sumber: FXStreet
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...
Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...
Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...
Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...