Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Emas Turun Tipis seiring Dolar Turun dari Tertinggi Dua Tahun dan Penjualan Ritel Oktober Melebihi Prakiraan
Saturday, 16 November 2024 02:14 WIB | GOLD |GOLDEMAS

Emas turun tipis pada sore hari Jumat (15/11) setelah lima sesi melemah karena dolar melemah dan penjualan ritel AS Oktober lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Emas untuk pengiriman Desember terakhir terlihat turun US$2,90 menjadi US$2.570,00 per ons.

Dolar turun dari level tertinggi dua tahun di awal, dengan indeks dolar ICE terakhir terlihat turun 0,07 poin menjadi 106,6.

Kenaikan terjadi karena Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel naik 0,4% pada Oktober, menyamai kenaikan September tetapi di atas estimasi konsensus untuk kenaikan 0,3%.

Kenaikan tersebut menunjukkan ekonomi AS tetap solid, dengan ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Kamis mengatakan bank sentral memiliki ruang untuk memperlambat pemotongan suku bunga karena inflasi mendingin dan pasar tenaga kerja tetap kuat.

"Kami mengubah kebijakan dari waktu ke waktu ke arah yang lebih netral. Namun, jalan menuju ke sana belum ditetapkan sebelumnya. Dalam mempertimbangkan penyesuaian tambahan terhadap kisaran target suku bunga dana federal, kami akan menilai data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko secara cermat. Perekonomian tidak mengirimkan sinyal apa pun bahwa kami perlu terburu-buru menurunkan suku bunga," kata Powell dalam teks pidatonya di World Affairs Council di Dallas.

Imbal hasil obligasi pemerintah turun, dengan imbal hasil obligasi dua tahun terakhir terlihat turun 6,9 basis poin menjadi 4,367%, sementara obligasi 10 tahun membayar 4,423%, turun 2,0 poin. (Arl)

Sumber : MT Newswires

RELATED NEWS
NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu...
Thursday, 12 February 2026 19:24 WIB

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...

Narasi Cut Rate Menguat, Emas Ikut Terangkat...
Wednesday, 11 February 2026 20:25 WIB

Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...

Emas Koreksi, Tapi Geopolitik Pegang Kendali...
Tuesday, 10 February 2026 21:14 WIB

Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...

Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !...
Monday, 9 February 2026 14:52 WIB

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...

Rebound Emas Tertahan : Pasar Masih Tarik Ulur...
Friday, 6 February 2026 23:09 WIB

Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS