Monday, 06 April 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
RECENT NEWS
Ada Apa di Balik Lonjakan Gila Ini?

Harga perak kembali naik dan kini berada sangat dekat dengan rekor tertingginya. Logam mulia ini diperdagangkan di sekitar $58,50 per ons, hanya sekitar satu dolar dari level tertinggi yang dicapai sehari sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring arus masuk besar ke ETF berbasis perak, yang melonjak hampir 590 ton dalam seminggu-menandakan kepercayaan kuat para investor bahwa reli perak masih akan berlanjut. Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga minggu ini juga ikut mendorong harga perak. Kebijakan suku bunga rendah biasanya menjadi keuntungan bagi logam mulia yang...

Minyak Tak Bergerak, Tapi Ada Gejolak Besar di Balik Layar

Harga minyak global bergerak stabil di tengah berbagai dinamika geopolitik yang saling bertabrakan. Minyak mentah Brent berada sedikit di bawah $64 per barel, sementara WTI mendekati $60. Salah satu fokus utama pasar adalah hubungan energi antara India dan Rusia, terutama setelah Presiden Vladimir Putin menjanjikan pengiriman bahan bakar tanpa hambatan ke India. Isu ini menjadi semakin penting karena negosiator AS tiba di India untuk melakukan pembicaraan perdagangan. Di sisi lain, perkembangan terkait potensi kesepakatan damai Ukraina-Rusia juga memengaruhi pergerakan harga. Presiden AS...

Emas Bertahan, Pasar Yakin The Fed Siap Potong Bunga

Emas bergerak menguat di awal sesi perdagangan Asia seiring pelaku pasar makin yakin bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga akhir pekan ini. Kenaikan harga logam mulia ini muncul setelah rilis indikator inflasi utama Amerika Serikat menunjukkan hasil yang sejalan dengan perkiraan, sehingga tidak memberikan kejutan negatif bagi pasar. Situasi ini membuat emas kembali dilirik sebagai aset aman di tengah perubahan kebijakan moneter The Fed. ANZ Research dalam catatannya menjelaskan, indikator yang jadi sorotan adalah deflator pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang selama ini dikenal...

Pasar Yakin The Fed Siap Potong Bunga Minggu Ini

Indeks dolar AS diperdagangkan di bawah level 99 pada perdagangan Senin(8/12) setelah mencatat penurunan dua pekan berturut-turut. Tekanan utama datang dari ekspektasi kuat bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu, dengan probabilitas di pasar yang kini mendekati 88%, naik tajam dari sekitar 67% sebulan lalu. Meski begitu, arah kebijakan suku bunga untuk tahun 2026 masih jadi tanda tanya. Sejumlah analis memperkirakan The Fed bisa melakukan serangkaian pemangkasan suku bunga yang agresif, namun Ketua The Fed Jerome Powell diperkirakan akan memberi...

Dolar Melemah, Semua Mata Tertuju ke Keputusan The Fed

Dolar melemah pada hari Senin (8/12), menjelang pekan yang dipenuhi rapat bank sentral dan akan dipimpin oleh Federal Reserve AS, di mana pemangkasan suku bunga sudah diperkirakan sebelumnya, meskipun komite yang sangat terpecah belah menjadi faktor yang tidak terduga. Selain keputusan The Fed pada hari Rabu, bank sentral Australia, Brasil, Kanada, dan Swiss juga mengadakan rapat penetapan suku bunga, meskipun tidak satu pun dari pertemuan tersebut diperkirakan akan mengubah kebijakan moneter. Para analis memperkirakan The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga yang "hawkish", di mana...