Tuesday, 07 April 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
RECENT NEWS
USD/JPY catat kenaikan moderat

USD/JPY sedikit menguat mendekati 150,35, level tertinggi sejak 1 Agustus, pada awal sesi Asia hari Selasa. Yen Jepang (JPY) melemah terhadap Dolar AS (USD) di tengah kekhawatiran stabilitas politik setelah Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa di Jepang memilih pemimpin baru. Para pedagang akan memantau pidato The Fed pada hari Selasa nanti. Partai berkuasa Jepang telah memilih Sanae Takaichi sebagai pemimpin barunya pada hari Sabtu, menjadikan perempuan berusia 64 tahun itu sebagai Perdana Menteri perempuan pertama Jepang. Kemenangannya menyebabkan para pedagang mengurangi taruhan...

OPEC+ Dalam Fokus, Minyak Sedikit Berubah

Harga minyak stabil setelah kenaikan dua hari setelah OPEC+ menyetujui peningkatan kuota pasokan yang moderat, dengan para pedagang juga mencermati sinyal dari harga Arab Saudi yang lebih rendah dari perkiraan. Harga minyak West Texas Intermediate diperdagangkan di bawah $62 per barel setelah naik 1,3% pada hari Senin, sementara minyak mentah Brent ditutup di atas $65. OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, memutuskan pada akhir pekan untuk menambah produksi sebesar 137.000 barel per hari, sementara pemimpin de facto Arab Saudi mempertahankan harga minyak mentah utamanya untuk Asia sebagai...

Emas Uji Level $4000 Per Troy Ons di Tengah Ketidakpastian Makro

Emas menguat di awal perdagangan Asia. Terdapat tren kenaikan komoditas yang luas, didorong oleh ketidakpastian makro, pelemahan dolar, dan permintaan yang terus berlanjut untuk aset "keras", ujar Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com, dalam sebuah email. "Penembusan emas di atas level bulat lainnya hanya memicu momentum bullish mengingat kurangnya aktivitas jual yang signifikan," kata analis tersebut. Emas dapat menguji level utama berikutnya di $4.000/oz, dengan $3.900/oz telah ditembus, tambah Razaqzada. Emas spot naik 0,3% ke level $3.969,75/oz setelah sebelumnya...

Hawkish vs Rate Cut: Siapa Menang?

Indeks Dolar AS (DXY) lanjut menguat untuk hari kedua dan sempat berada di sekitar 98,20 pada sesi Asia, didorong komentar hawkish Presiden Fed Kansas City, Jeffrey Schmid. Ia menegaskan The Fed harus menjaga kredibilitas melawan inflasi, menyebut inflasi masih terlalu tinggi, dan menilai kebijakan moneter saat ini sudah "tepat kalibrasi." Namun dorongan itu berhadapan dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga yang makin besar, plus penutupan pemerintah AS yang masih berlangsung. Alat CME FedWatch kini memproyeksikan peluang pemangkasan 25 bps pada Oktober sekitar 94% dan peluang tambahan 25...

Emas Turun Pasca ATH, Penguatan Dolar Membebani

Emas (XAU/USD) sedikit melemah setelah menyentuh level tertinggi baru sepanjang masa pada Selasa pagi, meskipun koreksi signifikan tampaknya sulit terjadi di tengah kondisi fundamental yang mendukung. Dolar AS (USD) menarik beberapa pembeli untuk hari kedua berturut-turut dan ternyata menjadi faktor kunci yang melemahkan permintaan komoditas tersebut. Selain itu, sentimen bullish yang mendasarinya berkontribusi membatasi emas batangan safe haven di tengah kondisi jenuh beli yang masih terjadi pada grafik jangka pendek. Namun, semakin diterimanya bahwa Federal Reserve AS (Fed) akan...