Monday, 02 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Saham Dunia Dekat Rekor, Perak Melejit Lalu Berbalik
Monday, 29 December 2025 07:51 WIB | MARKET UPDATE |

Saham global bertahan di dekat level rekor, sementara perak sempat mencetak puncak baru sebelum memecahkan penutupan di tengah perdagangan liburan yang sepi. Indikator saham Asia naik 0,2% pada awal perdagangan, sedangkan saham berjangka AS cenderung stabil setelah S&P 500 ditutup mendekati all-time high pada hari Jumat.

Perak sempat mengandalkan 6% dan menembus $80 per orang untuk pertama kalinya, tetapi kemudian standar kenaikan dan turun lebih dari 2%. "Kita sedang menyaksikan bubble generasi yang terjadi di perak," tulis analis IG Australia Tony Sycamore pada Minggu, menyoroti kuatnya dorongan spekulatif dan pergerakan harga yang ekstrem.

Sycamore menilai kenaikan perak juga didukung permintaan industri yang "tanpa henti" dari panel surya, kendaraan listrik (EV), pusat data AI, dan elektronik, yang dipicu dengan inventaris yang semakin menipis. Kondisi ini, menurutnya, mendorong premi fisik perak ke level yang sangat tinggi.

Reli logam mulia dalam beberapa bulan terakhir diikuti dengan pembelian bank sentral yang tinggi, arus masuk ke ETF, serta tiga kali pemangkasan suku bunga berturut-turut oleh Federal Reserve. Suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan komoditas karena tidak memberikan bunga, dan pasar juga mulai bertaruh akan ada memangkas suku bunga lagi pada tahun 2026. Emas dan platinum juga sempat melonjak ke rekor pada hari Jumat, sebelum harga emas batangan turun pada hari Senin.

Di pasar saham, MSCI All Country World Index relatif stabil setelah naik 1,4% pekan lalu dan ditutup di all-time high baru seiring menguatnya reli akhir tahun. Indeks ini sudah naik hampir 22% sepanjang tahun 2025, menuju kenaikan tahunan ketiga berturut-turut dan yang terbesar sejak 2019. Ke depan, investor menilai tren AI dan arah suku bunga Fed akan menjadi dua faktor kunci untuk kinerja saham global pada tahun 2026, dengan perhatian pekan ini dimulai pada rilis notulen FOMC dari rapat Fed bulan Desember.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS