Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Pasar Saham Asia Terus Menguat, S&P 500 Juga Tembus Rekor
Tuesday, 23 December 2025 07:23 WIB | MARKET UPDATE |AsiaSaham Asian

Saham-saham Asia melanjutkan kenaikan dua hari berturut-turut, mengikuti momentum positif dari Wall Street yang mendorong rally global. Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,3% pada Selasa pagi setelah indeks saham global mencetak rekor penutupan tertinggi. Di Jepang, Topix naik 0,5%, sementara futures indeks AS sedikit menguat.

Kenaikan ini dipicu oleh optimisme rally akhir tahun yang diprediksi semakin kuat. S&P 500 berhasil menghapus kerugian Desember dan berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan bulan kedelapan berturut-turut, yang akan menjadi lonjakan terpanjang sejak 2018. Saham-saham besar seperti Tesla dan Nvidia memimpin kenaikan, memperkuat sentimen pasar.

Menurut Mark Hackett dari Nationwide, "Semua faktor mengarah pada akhir tahun yang meriah." Sentimen positif saat ini didorong oleh optimisme stimulus, faktor teknikal, dan proyeksi pasar yang positif, yang semuanya membantu memicu pergerakan pasar yang kuat menuju akhir tahun dan awal 2026.

Namun, pergerakan risiko ini juga memengaruhi pasar obligasi AS. Treasuries terjual di seluruh kurva pada Senin, dengan imbal hasil 2 tahun dan 10 tahun naik sekitar dua basis poin. Para trader kini menempatkan opsi di Treasury, menargetkan rally obligasi yang akan menurunkan imbal hasil 10 tahun kembali ke 4% dalam beberapa minggu ke depan.

Sementara itu, fokus di Asia tetap pada pergerakan yen. Yen menguat setelah Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menyatakan bahwa Jepang memiliki kebebasan penuh untuk mengambil tindakan berani terhadap pergerakan mata uang yang tidak sesuai dengan fundamental. Pernyataan ini menjadi peringatan keras kepada spekulan setelah yen melemah meski Bank of Japan baru saja menaikkan suku bunga.

Di sisi lain, saham China Vanke Co. mendapat dukungan terakhir dari kreditur untuk memperpanjang periode tenggang obligasi, menghindari potensi default. Meskipun demikian, saham China masih dalam pengawasan setelah penurunan peringkat oleh strategi Citigroup.

Secara keseluruhan, dolar AS kembali melemah setelah jatuh 0,4% pada hari Senin, dengan harga emas dan perak mencetak rekor baru. West Texas Intermediate (WTI) mengalami penurunan setelah menguat lebih dari 2% sebelumnya, terkait dengan blokade AS terhadap Venezuela yang semakin intensif. Dengan ekonomi global yang menunjukkan tanda-tanda positif, banyak investor bertanya-tanya apakah momentum ini akan berlanjut hingga 2026.(asd)

Sumber: Bloomberg.com

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS