
Pasar saham Asia bergerak naik pelan di awal sesi Rabu(10/12), setelah Wall Street semalam lesu dan ditutup hampir flat. Indeks acuan di Australia dan Jepang menguat tipis, sementara futures saham AS nyaris tidak bergerak. Di sisi lain, saham-saham China yang listing di AS justru turun sekitar 1,4% karena pasar kecewa minimnya sinyal stimulus dari pertemuan pimpinan Partai Komunis China.
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,18% setelah lelang surat utang pada hari Selasa. Indeks dolar bergerak datar dan Bitcoin sempat berbalik menghapus pelemahan awal. Sentimen utama pelaku pasar sekarang jelas: menunggu keputusan suku bunga The Fed terakhir di tahun ini, lengkap dengan dot plot (proyeksi suku bunga), outlook ekonomi, dan konferensi pers Jerome Powell.
Pelaku pasar memang hampir pasti mengantisipasi pemangkasan suku bunga seperempat poin pada Rabu ini. Namun, yang lebih penting dari sekadar "potong atau tidak" adalah sinyal: apakah The Fed akan memberi kode pemangkasan lanjutan di 2026, atau justru mulai mengarah ke jeda pemotongan? Saat ini, pasar uang hanya mem-price in sekitar dua kali pemangkasan suku bunga di 2026, lebih sedikit dibanding harapan beberapa minggu lalu. Data lowongan kerja AS (JOLTS) Oktober yang naik ke level tertinggi lima bulan juga ikut mengerek yield dari level terendah harian.
Komentar tokoh-tokoh kunci ikut membentuk ekspektasi. Analis Tom Essaye mengatakan, justru rate cut-nya sendiri bukan hal terpenting, yang lebih krusial adalah apakah The Fed terdengar masih dovish atau malah hawkish soal langkah ke depan. Kevin Hassett, kandidat kuat pengganti Powell versi Gedung Putih, menilai masih ada ruang lebar untuk memangkas suku bunga lebih dalam dari sekadar 25 bps. Sementara Tom Lee dari Fundstrat bahkan bilang kalau The Fed terdengar terlalu hawkish, Gedung Putih bisa saja segera mengumumkan pengganti Powell - dan itu bisa jadi "momen bersih-bersih" bagi pasar.
Dari Asia, pelaku pasar juga memantau pergerakan yen setelah Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan BOJ semakin dekat dengan target inflasi. Pernyataan ini memperkuat spekulasi bahwa BOJ bisa saja menaikkan suku bunga pada meeting minggu depan, membuat yen sempat menguat dan menyentuh level di bawah 156 per dolar. Secara global, pasar obligasi pemerintah tengah tertekan karena beberapa bank sentral memberi sinyal fase pelonggaran hampir selesai, seperti komentar Michele Bullock di Australia dan Isabel Schnabel dari ECB. Di tengah semua ketegangan itu, investor juga menunggu laporan kinerja raksasa teknologi seperti Oracle dan Broadcom, yang bisa ikut mengguncang sentimen pasar pekan ini.(azf)
Source: Bloomberg
Tested ID...
Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...
Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...
Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...
Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...