
Pasar saham Asia bergerak naik-turun pada awal pekan, mengikuti kenaikan moderat bursa AS pada Jumat lalu. Investor kini mengalihkan perhatian mereka pada serangkaian data ekonomi penting menjelang keputusan penurunan suku bunga Federal Reserve yang diperkirakan terjadi bulan ini. Di tengah ketidakpastian tersebut, harga minyak melonjak setelah OPEC+ mempertahankan kebijakan penghentian sementara kenaikan produksi, sementara perak kembali mencetak rekor baru. Sementara itu, kontrak berjangka S&P 500 melemah setelah indeks utama AS sempat menguat 0,5% meski terjadi gangguan teknis di CME.
Minggu ini menjadi krusial bagi gambaran ekonomi AS. Dengan inflasi dan konsumsi yang terus dipantau ketat, berbagai data baru-termasuk belanja konsumen pasca-Cyber Monday dan indikator ekonomi yang tertunda-akan membentuk ekspektasi apakah The Fed akan melanjutkan tren penurunan suku bunga menuju 2026. Ketidakpastian bertambah setelah penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett mengisyaratkan bahwa pasar harus bersiap terhadap kemungkinan pengumuman ketua Fed yang baru, memicu spekulasi lanjutan mengenai arah kebijakan moneter.
Sementara The Fed mulai memasuki masa "blackout" menjelang pertemuan 9-10 Desember, sejumlah pejabat seperti Jerome Powell dan Michelle Bowman dijadwalkan memberikan pidato tanpa menyentuh prospek ekonomi. Data penting lain seperti laporan ketenagakerjaan ADP dan survei aktivitas manufaktur AS juga akan menjadi sorotan. Pasar kini hampir sepenuhnya memperkirakan penurunan suku bunga seperempat poin, terutama setelah Presiden Fed New York John Williams menegaskan masih ada ruang pelonggaran di tengah meredanya pasar tenaga kerja.
Di kawasan Asia, sinyal ekonomi juga beragam. Aktivitas pabrik Tiongkok menunjukkan perbaikan tetapi tetap berada di zona kontraksi, menandakan tekanan ekonomi yang belum mereda. Yen menguat menjelang pernyataan Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda, sementara imbal hasil obligasi dua tahun Jepang menyentuh 1% untuk pertama kalinya sejak 2008. Di industri penerbangan global, maskapai berlomba melakukan pembaruan perangkat lunak darurat pada pesawat Airbus setelah gangguan besar yang nyaris mengacaukan musim perjalanan liburan dunia. (az)
Sumber: Newsmaker.id
Tested ID...
Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...
Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...
Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...
Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...