Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Bursa Asia Hijau, Bitcoin Tembus $90.000 Lagi
Thursday, 27 November 2025 07:41 WIB | MARKET UPDATE |Asia

Bursa Asia diproyeksikan menguat pada Kamis, mengikuti reli Wall Street yang sudah naik empat hari berturut-turut menjelang libur Thanksgiving. Indeks berjangka Jepang dan China daratan mengisyaratkan pembukaan positif, sementara Australia sudah menguat di awal sesi dan Hong Kong cenderung datar. Dari AS, S&P 500 naik 0,7% dan Nasdaq 100 menguat 0,9%, didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Pasar uang kini mem-pricing sekitar 80% peluang pemangkasan suku bunga 25 bps bulan depan, dengan tambahan tiga kali penurunan lagi hingga akhir 2026. Laporan Beige Book The Fed menunjukkan lapangan kerja di AS sedikit melemah, harga naik moderat, dan belanja konsumen melemah kecuali di segmen kelas atas. Klaim pengangguran awal justru turun tipis, sehingga gambaran ekonomi terlihat campuran, tapi belum cukup kuat untuk menggagalkan peluang rate cut pada 10 Desember. Indeks dolar turun tiga hari beruntun, sementara emas dan obligasi tenor panjang menguat.

Di aset kripto, sentimen yang membaik mendorong Bitcoin kembali naik menembus US$90.000 untuk pertama kalinya dalam hampir sepekan, setelah sebelumnya tertekan aksi jual selama sekitar satu bulan. Pergerakan ini datang di tengah volatilitas yang mulai mereda, arus masuk baru ke ETF Bitcoin AS, dan meningkatnya selera risiko pelaku pasar. Secara keseluruhan, pergerakan lintas aset ini mencerminkan optimisme hati-hati bahwa sikap The Fed akan makin dovish.

Dari sisi global, beberapa faktor lain juga ikut memengaruhi sentimen. Di Jepang, pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi berencana menerbitkan lebih banyak obligasi untuk membiayai paket stimulus. Di China, China Vanke mengusulkan penundaan pembayaran obligasi lokal, sementara New World Development di Hong Kong mendapat dukungan tambahan untuk skema tukar obligasi. Di Inggris, Kanselir Rachel Reeves memperluas buffer fiskal menjadi £22 miliar lewat kenaikan pajak, yang mengangkat pound dan obligasi pemerintah. Di pasar komoditas, harga minyak sedikit melemah karena pasar memantau upaya AS mendorong damai Rusia“Ukraina dan menunggu pertemuan OPEC+ akhir pekan ini.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS