
Bursa Asia menguat mengikuti kenaikan Wall Street, didukung keyakinan bahwa Federal Reserve bisa memangkas suku bunga pada Desember dan rebound saham teknologi. Saham Jepang dan Korea Selatan naik, sementara indeks saham perusahaan China yang listing di AS juga menguat setelah Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping kembali melakukan pembicaraan usai gencatan senjata tarif bulan lalu.
Komentar bernada dovish dari Gubernur The Fed Christopher Waller, Presiden The Fed San Francisco Mary Daly, dan Presiden The Fed New York John Williams menghidupkan kembali spekulasi pemangkasan suku bunga. Pasar uang kini memprediksi peluang rate cut Desember mendekati 90%, sementara imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,02%. Banyak pelaku pasar melihat koreksi November hanya sebagai "tarikan napas" sebelum potensi reli Desember.
Di sisi aset lain, emas naik tipis setelah lonjakan hampir 2% di sesi sebelumnya karena prospek suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan bullion yang tidak beri imbal hasil. Bitcoin kembali berfluktuasi setelah dua hari menguat, sementara harga minyak cenderung stabil, ditopang sentimen risk-on meski ada kemajuan pembicaraan damai Ukraina yang bisa menambah pasokan minyak Rusia ke pasar.
Ke depan, fokus bergeser ke sederet data ekonomi AS jelang Thanksgiving dan Black Friday. Data penjualan ritel September diperkirakan menunjukkan konsumsi yang mulai melambat, disusul rilis indeks harga produsen (PPI), pesanan barang tahan lama, dan klaim pengangguran yang akan jadi acuan pengganti di tengah absennya data payroll. Pasar berharap rangkaian data ini mengonfirmasi ekonomi yang melambat tapi tidak jatuh, sehingga bisa memperkuat sentimen positif sementara.
Sumber : Newsmaker.id
Tested ID...
Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...
Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...
Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...
Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...