Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Rally Saham Ngerem Dulu, Masih Aman atau Sudah Puncak?
Tuesday, 28 October 2025 08:50 WIB | MARKET UPDATE |Saham Asian

Pasar saham global mulai "tarik napas" di awal sesi Asia hari Selasa. Indeks saham Jepang dan Korea Selatan turun dari rekor tertingginya, dan saham Australia juga melemah saat pembukaan. Ini terjadi setelah Wall Street sendiri sempat ditutup di level tertinggi sepanjang masa, dengan S&P 500 menembus area 6.875 setelah reli tiga hari terbaik sejak Mei. Saham perusahaan teknologi besar ikut jadi motor, sementara saham perusahaan Tiongkok yang listing di AS naik sekitar 1,6% karena pasar optimis soal hubungan AS“Tiongkok.
Aset lain ikut bergerak campuran. Yen Jepang sempat menguat lagi setelah tujuh hari berturut-turut melemah, setelah pemerintah Jepang bilang mereka akan mengawasi pelemahan yen. Emas juga memantul setelah sebelumnya sempat jatuh lebih dari 3% dan turun di bawah $4.000 per ons, sedangkan indeks dolar AS melemah lagi untuk hari kedua. Yield obligasi AS turun tipis karena Treasuries naik ringan di sesi Selasa, tanda investor mulai sedikit cari aman.
Sekarang sentimen pasar masuk fase "tunggu hasil." Investor menyiapkan diri untuk dua hal besar minggu ini: laporan kinerja (earnings) dari raksasa teknologi seperti Microsoft, Alphabet, Meta, Amazon, dan Apple; dan keputusan kebijakan Federal Reserve soal jalur pemangkasan suku bunga berikutnya. Amazon sendiri diberitakan berencana memangkas hingga 30.000 karyawan, sementara Qualcomm melonjak ke level tertinggi 15 bulan setelah mengenalkan chip dan perangkat AI untuk pasar data center ” langkah yang jelas menantang dominasi Nvidia di sektor AI.
Di sisi geopolitik, suasana risk-on masih ditopang harapan damai dagang AS“Tiongkok. Pejabat kedua negara sudah menyiapkan paket kesepakatan untuk diumumkan langsung oleh Donald Trump dan Xi Jinping saat bertemu pekan ini, dan Trump bilang ia "sangat yakin" dengan arah pembicaraan. Tapi analis mengingatkan: isu yang paling sensitif ” keamanan nasional, kontrol teknologi, dan akses investasi China ke AS ” belum benar-benar selesai. Artinya, pasar lagi euforia¦ tapi fondasinya belum sepenuhnya aman.(asd)
Source: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS