Monday, 16 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Emas–Perak Rekor, Ekuitas Asia Loyo
Friday, 17 October 2025 07:24 WIB | MARKET UPDATE |Saham Asian

Saham Asia tergelincir saat pembukaan Jumat setelah sentimen risiko memudar di Wall Street, menyusul kabar kredit macet di dua bank AS yang memperbesar kekhawatiran pasar kredit. Futures indeks AS juga mengindikasikan pelemahan lanjutan. Jepang, Australia, dan Korea Selatan kompak terkoreksi, sejalan dengan lesunya Wall Street semalam: S&P 500 turun 0,6% (sektor finansial -2,8%) dan Nasdaq 100 melemah 0,4%.

Aset lindung nilai menguat: emas dan perak menyentuh rekor tertinggi, sementara imbal hasil Treasury lanjut turun”yield 2-tahun ke level terendah sejak 2022 dan 10-tahun di bawah 4%. Indeks dolar melemah, menuju pekan terburuk sejak akhir Juli. Di sisi perbankan regional AS, aksi jual berlanjut setelah dampak kolapsnya pemberi pinjaman subprime otomotif Tricolor Holdings meluas: Zions Bancorp jatuh 13% usai charge-off $50 juta terkait pinjaman California Bank & Trust, dan Western Alliance Bancorp turun 11% karena eksposur ke debitur yang sama.

Kekhawatiran pasar makin menggunung: shutdown pemerintah AS, potensi gelembung AI, dan tensi dagang AS“Tiongkok. Meski begitu, Steve Sosnick (Interactive Brokers) menilai masalah saat ini masih "terisolasi" pada dua bank tersebut”belum sistemik. Dari Jepang, Gubernur BoJ Kazuo Ueda membuka peluang kenaikan suku bunga jika keyakinan pada prospek ekonomi menguat; yen memperpanjang penguatan tiga sesi beruntun. Soal perdagangan, Gedung Putih bersiap melonggarkan tarif untuk industri otomotif AS. Dari The Fed, Christopher Waller mendukung penurunan bertahap 25 bps, sementara Stephen Miran mendorong pemangkasan lebih besar pada 2025. Rilis inflasi September tertunda akibat shutdown, sehingga fokus jangka pendek pasar bergeser ke musim laporan keuangan. Di geopolitik, Trump dan Putin sepakat bertemu di Budapest; minyak turun ke low 5 bulan karena ekspektasi potensi aliran minyak Rusia yang lebih longgar.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS