
S&P 500 melonjak ke rekor tertinggi baru pada hari Rabu (10/9) setelah data harga grosir turun secara tak terduga. Hal ini merupakan perkembangan yang menggembirakan bagi investor yang menginginkan penurunan suku bunga Federal Reserve minggu depan untuk mendorong perekonomian. Saham Oracle memimpin penguatan dengan lonjakan lebih dari 30% menyusul proyeksi inflasi yang mengejutkan terkait kecerdasan buatan.
Indeks pasar umum naik 0,5%, sementara Nasdaq Composite naik 0,3%. Nasdaq, bersama S&P 500, mencapai rekor tertinggi intraday baru pada hari perdagangan tersebut. Dow Jones Industrial Average turun 106 poin, atau 0,2%.
Sentimen pasar menguat setelah data indeks harga produsen terbaru menunjukkan harga grosir turun 0,1% pada bulan Agustus. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan 0,3%. Indeks Harga Produsen Inti (PPI), yang tidak termasuk harga pangan dan energi, juga turun 0,1%, sementara proyeksi Dow Jones memperkirakan kenaikan 0,3%.
Laporan ini menjadi sinyal positif terkait kondisi inflasi dalam perekonomian AS menjelang pengumuman indeks harga konsumen yang lebih ketat pada hari Kamis.
Para ekonom memperkirakan laporan IHK akan menunjukkan kenaikan bulanan sebesar 0,3%, menurut Dow Jones. Kenaikan ini mencakup indeks semua item utama serta pembacaan inti yang mengecualikan harga pangan dan energi yang fluktuatif. Jika ini terwujud, tingkat IHK utama tahunan akan terdorong naik menjadi 2,9%, meskipun pembacaan inti diperkirakan tetap tidak berubah di 3,1%.
Jika angka-angka tersebut mendekati perkiraan ini, Federal Reserve akan memiliki lebih banyak amunisi untuk melakukan pemangkasan suku bunga lagi pada pertemuan bulan September.
Para pedagang saat ini melihat adanya kepastian bahwa The Fed akan memangkas suku bunga setidaknya seperempat poin, menurut alat CME Fedwatch berdasarkan perdagangan berjangka The Fed. Mereka juga meningkatkan spekulasi mereka setelah data IHP bahwa bank sentral dapat melakukan pemangkasan suku bunga yang lebih dalam, sebesar 50 basis poin, atau setengah poin persentase. (Arl)
Sumber: CNBC
Tested ID...
Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...
Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...
Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...
Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...