Thursday, 05 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dow Jones Industrial Average naik karena sentimen konsumen turun
Saturday, 17 May 2025 01:52 WIB | MARKET UPDATE |DOW JONES

Dow Jones Industrial Average (DJIA) melangkah ke level tertinggi mingguan baru pada hari Jumat setelah investor mengabaikan hasil terburuk kedua dari Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan (UoM) yang pernah tercatat. Sentimen pasar tetap tinggi karena para pedagang berharap kejelasan lebih lanjut tentang perdagangan dari pemerintahan Trump dan pelonggaran berkelanjutan kebijakan tarif Presiden Donald Trump.

Indeks Sentimen Konsumen UoM turun menjadi 50,8 dari 52,2 karena prospek konsumen terhadap aktivitas ekonomi, pendapatan, dan pekerjaan terus menurun. Investor berharap akan adanya peningkatan sentimen konsumen, tetapi konsumen rata-rata tampaknya tidak setuju dengan Wall Street. Ekspektasi inflasi konsumen 1 tahun dan 5 tahun juga meningkat, masing-masing naik menjadi 7,3% dan 4,6%.

Meskipun konsumen cenderung buruk dalam meramalkan masa depan ekonomi mereka, kekhawatiran tarif telah merusak perasaan konsumen terhadap ekonomi. Dengan ekspektasi inflasi yang terus meningkat, hal itu dapat membuka jalan bagi "inflasi yang didorong oleh laba", atau bisnis yang mengambil kesempatan untuk menaikkan harga dalam menghadapi konsumen yang mengharapkan kenaikan harga. Data inflasi AS keluar jauh lebih baik dari yang diharapkan minggu ini, membantu meredakan kekhawatiran pasar bahwa kebijakan perdagangan AS yang tidak seimbang dapat menghancurkan posisi ekonomi AS yang masih kuat. Namun, investor biasanya meremehkan jumlah waktu yang dibutuhkan agar kebijakan pemerintah muncul dalam data utama, dan tarif kemungkinan tidak terkecuali.

Menurut perkiraan dari lembaga Fitch Ratings, Tarif Tarif Efektif utama AS telah mencapai 13% setelah mainan baru pemerintahan Trump yang menyenangkan dalam menggunakan tarif untuk mencoba dan mengendalikan perdagangan global. Sebelum tarif yang meluas, ETR AS adalah 2,5%. ETR AS khususnya di Tiongkok tetap di atas 30% bahkan setelah penarikan pajak impor 145% yang tidak terkendali dari Presiden Trump.

Pemerintahan Trump telah mengembangkan pola mengancam perubahan kebijakan yang sangat merugikan sebelum mencabutnya, menangguhkannya sementara, atau membatalkannya secara langsung pada saat-saat terakhir. Persepsi pasar secara umum mengantisipasi penarikan kembali strategi kebijakan Donald Trump secara terus-menerus; namun, semangat optimis kemungkinan akan tetap suam-suam kuku sampai pemerintahan Trump memberikan beberapa hasil yang solid dan memberikan kejelasan dari banyak perjanjian perdagangan yang telah ditegaskan oleh staf Gedung Putih akan segera diumumkan selama dua bulan terakhir.(Cay)

Sumber: fxstreet

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS