Thursday, 05 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dow Jones Industrial Average menguat setelah pengumuman kesepakatan perdagangan AS-Inggris
Friday, 9 May 2025 00:13 WIB | MARKET UPDATE |DOW JONES

Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat pada hari Kamis, naik lebih dari 650 poin atau 1,6% setelah pemerintahan Trump mengumumkan kesepakatan perdagangan yang akan datang (tetapi belum ditandatangani) dengan Inggris Raya (Inggris). Berdasarkan kesepakatan perdagangan tersebut, sebagian besar impor dari Inggris masih akan dikenakan tarif sebesar 10% secara menyeluruh, tetapi pasar menganggap berita tersebut sebagai tanda bahwa pemerintahan Trump akan terus mengurangi sebagian tarifnya sendiri dari waktu ke waktu.

Investor masih berharap akan adanya penyelesaian cepat atas perang dagang AS-Tiongkok yang meningkat yang telah mengenakan pajak impor sebesar 145% pada sebagian besar barang dari Tiongkok. Namun, peluang penyelesaian cepat atas tarif terhadap Tiongkok tetap rendah. Menurut Presiden Trump, ia tidak berminat untuk mengurangi biaya impor yang tinggi atas barang-barang Tiongkok, dan pemerintahan Tiongkok lambat dalam mengatur pembicaraan perdagangan. Delegasi dari kedua negara dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan pendahuluan guna membahas rincian perdagangan akhir pekan ini di Swiss. Namun, para pembuat kebijakan di kedua belah pihak telah meredam harapan akan kemajuan segera.

Batas waktu 9 Juli untuk "penghentian sementara" yang diberlakukan sendiri oleh pemerintahan Trump atas "tarif timbal balik" yang tidak seimbang semakin dekat. Pasar masih yakin bahwa pemerintahan Trump akan mampu menandatangani cukup banyak kesepakatan perdagangan sehingga kerusakan akibat pajak impor yang tinggi akan diminimalkan. Namun, kemajuan tetap lambat, dan meskipun Presiden Trump bersikeras beberapa minggu lalu bahwa pemerintahannya sedang dalam negosiasi perdagangan dengan lebih dari 200 negara, kemajuan tampaknya tidak ada. Kesepakatan perdagangan Inggris yang diumumkan pada hari Kamis masih belum ditandatangani dan tidak resmi, dengan Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahannya harus menyelesaikan semuanya "dengan sangat meyakinkan" dalam beberapa minggu mendatang.(Cay)

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS