Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
saham Asia Pasifik menguat mengikuti penguatan di wall Street
Friday, 25 April 2025 09:09 WIB | MARKET UPDATE |Saham Asia

Bursa Asia-Pasifik naik setelah Wall Street menguat selama tiga hari berturut-turut karena saham teknologi menguat, dengan investor menilai iklim perdagangan karena AS mengurangi retorika tarif.

Patokan Jepang Nikkei 225 naik 0,91% dan Topix naik 0,88%. Kospi Korea Selatan naik 1,03% sementara Kosdaq berkapitalisasi kecil naik 0,6% karena Korea Selatan dilaporkan semakin dekat untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan AS.

Indeks Hang Seng Hong Kong dibuka 0,75% lebih tinggi sementara CSI 300 Tiongkok daratan naik 0,3%.

Pasar Australia tutup karena hari libur.
Kontrak berjangka yang terkait dengan S&P 500 naik 0,3%, sementara kontrak berjangka Nasdaq-100 naik 0,4%. Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average melayang di sekitar garis datar.

Semalam di Amerika Serikat, tiga indeks utama ditutup lebih tinggi berkat kenaikan kuat pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar, karena investor terus mencari tanda-tanda kemajuan di bidang perdagangan global.

S&P 500 berakhir naik 2,03% pada 5.484,77, sementara Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi naik 2,74% dan berakhir pada 17.166,04. Dow Jones Industrial Average tertinggal dari dua indeks lainnya, terbebani oleh penurunan 6,6% pada saham IBM, tetapi masih naik 486,83 poin, atau 1,23%, pada 40.093,40.

Saham Nvidia, Meta, Amazon, Tesla, dan Microsoft semuanya ditutup lebih tinggi, mendorong indeks utama tersebut ke kenaikan hari ketiga berturut-turut.

"Investor menjadi lebih nyaman dengan ketidakpastian tarif seiring dengan masuknya laba," kata Louis Navellier, ketua dan pendiri Navellier & Associates. "Pasar tampaknya memposisikan dirinya untuk pengurangan jangka pendek pada tarif Tiongkok yang sangat tinggi saat ini," tambahnya.(Cay)

Sumber: CNBC

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS