Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
S&P 500 turun tipis pada hari Selasa karena volatilitas tarif mereda
Wednesday, 16 April 2025 03:21 WIB | MARKET UPDATE |DOW JONES

Saham-saham AS bergerak naik turun pada hari Selasa, karena investor menganalisis laporan laba kuartal pertama terbaru dan menikmati penurunan terkini dalam gejolak pasar.

Dow Jones Industrial Average turun 155,83 poin, atau 0,38%, hingga ditutup pada 40.368,96. S&P 500 turun 0,17% dan berakhir pada 5.396,63, dan Nasdaq Composite turun tipis 0,05% dan ditutup pada 16.823,17. Ketiga indeks tersebut mengalami kenaikan berturut-turut.

Pergerakan yang tenang pada hari Selasa sangat kontras dengan perubahan volatilitas yang terlihat dalam beberapa sesi terakhir. Indeks Volatilitas Cboe (VIX), yang dikenal sebagai "pengukur rasa takut" Wall Street, turun di bawah 30 setelah mencapai titik tertinggi sekitar 60 minggu lalu.

Bank of America dan Citigroup masing-masing naik 3,6% dan 1,8%, setelah melampaui ekspektasi analis untuk kuartal pertama. Saham bank secara keseluruhan memberikan momentum kenaikan, dengan SPDR S&P Bank ETF (KBE) naik 1,6%.

Laporan utama lainnya yang akan dirilis minggu ini termasuk United Airlines dan Netflix. Selain laba, saham Boeing merosot lebih dari 2% setelah Bloomberg melaporkan bahwa Beijing memerintahkan maskapai penerbangan China untuk tidak mengambil lebih banyak pesawat perusahaan tersebut.

Saham mendapat dorongan pada minggu ini setelah panduan pada hari Jumat dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS mengungkapkan pengecualian dari tarif "timbal balik" untuk produk elektronik seperti telepon pintar, komputer, dan semikonduktor. Namun, komentar dari Presiden Donald Trump dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick pada hari Minggu menunjukkan pengecualian ini mungkin hanya bersifat sementara.

Meskipun baru-baru ini mengalami kenaikan, tiga indeks utama masih berupaya mengejar kerugian yang terlihat setelah pengumuman tarif awal Trump pada tanggal 2 April. Dow dan Nasdaq masing-masing telah merosot lebih dari 3%, sementara S&P 500 telah turun lebih dari 4%.

"Skenario terburuk tidak mungkin terjadi," kata Larry Tentarelli, pendiri Blue Chip Daily Trend Report. Namun, "masalahnya adalah kita bisa mendapatkan berita utama kapan saja dan pasar turun 3%."(Cay)

Sumber: CNBC

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS