Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Saham Eropa Anjlok 6% Saat Pembukaan Karena Tekanan Tarif Global Semakin Dalam
Monday, 7 April 2025 14:59 WIB | MARKET UPDATE |

Saham Eropa anjlok tajam pada hari Senin(7/4), memperdalam tekanan pasar global yang dimulai minggu lalu menyusul pengumuman terbaru tentang rezim tarif Presiden AS Donald Trump.

Stoxx 600 pan-Eropa turun 6% tak lama setelah bel pembukaan, dengan semua sektor dan bursa utama mengalami kerugian yang signifikan. Indeks DAX Jerman turun lebih dari 9,5% selama transaksi awal.

Minggu lalu, indeks Stoxx 600 regional mencatat kerugian 8,4%, menandai minggu terburuknya dalam lima tahun. Dalam dekade terakhir, Stoxx 600 hanya berkinerja lebih buruk pada awal pandemi Covid-19 tahun 2020.

Trump mengumumkan daftar lengkapnya tentang apa yang disebut tarif timbal balik, dengan investor terkejut dengan sejauh mana impor dari mitra dagang utama AS akan dikenakan bea baru. Langkah tersebut juga memicu kekhawatiran akan perang dagang global, dengan China membalas dengan mengenakan tarif 34% pada barang-barang AS dan UE berjanji untuk mengenakan tindakan balasannya sendiri jika negosiasi dengan Amerika gagal.

Di Wall Street, saham anjlok menjelang akhir minggu lalu, dengan saham teknologi mega-cap "Magnificent Seven" kehilangan lebih dari $1 triliun dalam satu hari. Pada Jumat pagi, saham berjangka AS bergerak lebih rendah karena dampak tarif terus berlanjut.

Semalam di Asia, saham juga terus dijual, dipimpin oleh saham yang terdaftar di China. Ekonomi Asia akan menjadi yang paling terpukul oleh tarif timbal balik, dengan Vietnam menjadi sasaran bea masuk 46%, China dengan tarif baru 34%, sementara Kamboja telah terkena tarif 49% dan Sri Lanka dengan 44%. Banyak ekonomi di kawasan tersebut memainkan peran kunci dalam rantai pasokan perusahaan internasional.

Meskipun pasar bereaksi, Trump telah menggandakan kebijakan perdagangannya. Pada hari Minggu, presiden mengatakan kepada wartawan bahwa meskipun ia tidak ingin pasar jatuh, "terkadang Anda harus minum obat untuk memperbaiki sesuatu." (Newsmaker23)

Sumber: CNBC

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS