Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
S&P 500 ditutup melemah pada hari Kamis karena upaya pemulihan Wall Street gagal
Friday, 21 March 2025 03:14 WIB | MARKET UPDATE |DOW JONES

S&P 500 melemah pada hari Kamis karena ketidakpastian seputar ekonomi AS terus membebani ekuitas, menggagalkan upaya pasar untuk pulih dari kemerosotan selama sebulan.

Indeks pasar secara luas turun 0,2%, sementara Nasdaq Composite
turun 0,3%, karena saham Apple merosot sekitar 0,5%. Dow Jones Industrial Average bertahan di sekitar garis datar.

Saham Alphabet mengalami penurunan, membebani pasar. Namun, Meta Platforms dan Nvidia merupakan outlier di antara saham "Magnificent Seven", masing-masing naik hampir 1%.

Pergerakan tersebut terjadi sehari setelah pertemuan Federal Reserve terbaru, di mana bank sentral memperkirakan dua kali pemotongan suku bunga pada tahun 2025 dan membiarkan suku bunga tidak berubah. Ketua Fed Jerome Powell menunjuk tarif sebagai sumber kekhawatiran, terutama di kalangan konsumen, yang dapat memberi tekanan pada ekonomi.

Bank sentral juga menaikkan prospek inflasi dan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi.

Para pedagang sebagian besar memperkirakan The Fed tidak akan mengambil tindakan apa pun sebelum para pejabat melihat dampak dari rencana tarif Presiden Donald Trump. Pengecualian tarif untuk impor tertentu dari Kanada dan Meksiko berakhir pada tanggal 2 April.

"Pasar saham yang sedang naik daun tidak mati karena usia tua. Pasar saham mati karena ketakutan, dan yang paling mereka takutkan adalah resesi," kata Sam Stovall, kepala strategi investasi CFRA Research. "Kita tidak sedang menuju resesi, tetapi kita masih belum tahu, karena tarif, apa yang sebenarnya akan terjadi."

Saham-saham bangkit kembali pada hari Rabu setelah keputusan kebijakan The Fed. Namun, S&P 500 “ yang sempat tergelincir ke wilayah koreksi minggu lalu “ masih sekitar 8% di bawah rekor tertingginya yang dicapai pada bulan Februari. Selama bulan lalu, pasar saham telah turun lebih dari 7%.(Cay)

Sumber: CNBC

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS