Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
S&P 500 ditutup lebih tinggi karena laporan inflasi yang lemah
Thursday, 13 March 2025 03:35 WIB | MARKET UPDATE |S & P 500Indeks saham berjangka A.S.

Nasdaq Composite naik pada hari Rabu setelah laporan inflasi yang lemah meredakan kekhawatiran tentang ekonomi dan karena para investor memburu saham-saham teknologi yang terpukul.

Patokan yang sarat teknologi itu naik 1,22% dan ditutup pada 17.648,45, sementara S&P 500 naik 0,49% dan berakhir pada 5.599,30. Dow Jones Industrial Average turun 82,55 poin, atau 0,2%, dan berakhir pada 41.350,93.

Meskipun sektor teknologi turun lebih dari 3% minggu ini, kelompok itu bangkit pada hari Rabu dan memimpin S&P 500 naik. Nvidia naik 6,4%, dan AMD naik lebih dari 4%. Meta Platforms naik 2%, dan Tesla melonjak lebih dari 7%.

Indeks harga konsumen, ukuran umum biaya di seluruh ekonomi AS, meningkat 0,2% untuk bulan tersebut, menjadikan tingkat inflasi tahunan sebesar 2,8%. Angka ini lebih rendah dari estimasi Dow Jones masing-masing sebesar 0,3% dan 2,9%. CPI inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi yang fluktuatif, naik 0,2% pada bulan tersebut dan 3,1% selama 12 bulan terakhir, keduanya di bawah ekspektasi.

"Pembacaan ini akan sedikit mengencerkan narasi stagflasi ini, dan akan memulihkan fleksibilitas kebijakan dari Fed sampai batas tertentu," kata Dave Grecsek, direktur pelaksana strategi investasi dan penelitian di Aspiriant Wealth Management. "Jika angka inflasi ini lebih tinggi, Anda akan memiliki beberapa kekhawatiran yang jauh lebih berat, seperti Fed tidak akan berada dalam posisi untuk merespons jika ekonomi terus melemah."

Tarif baja dan aluminium Presiden Donald Trump mulai berlaku pada hari Rabu, dan Kanada mengatakan akan mengenakan bea balasan sebesar 25% pada barang-barang AS senilai lebih dari $20 miliar. Uni Eropa juga menanggapi dengan cepat, berjanji untuk mengenakan tarif balasan pada impor AS senilai 26 miliar euro ($28,33 miliar) mulai bulan April.

Saham mengalami tekanan karena para pedagang khawatir ketegangan yang meningkat dapat memicu resesi AS. Salah satu alasan aksi jual baru-baru ini adalah kekhawatiran bahwa kebijakan perdagangan Trump yang tidak stabil akan meningkatkan inflasi dan memperlambat pertumbuhan, yang juga dikenal sebagai stagflasi.

Minggu ini saja, Dow, S&P 500, dan Nasdaq semuanya turun sekitar 3%. S&P 500 sempat merosot ke wilayah koreksi pada hari Selasa, turun 10% dari rekor yang ditetapkan pada bulan Februari. Selama bulan lalu, S&P 500 telah kehilangan lebih dari 7%, sementara Dow dan Nasdaq masing-masing telah merosot 6,8% dan 10,2%.

"Kami tidak terkejut pasar merosot. Jelas, pasar ekuitas AS telah sangat kuat selama dua tahun terakhir. Wajar untuk mengharapkan koreksi," imbuh Grecsek. "Namun, saya pikir begitu kita melewati ini ” kita berada di peristiwa yang sangat awal dari perubahan kebijakan fiskal utama ini, akan ada berita yang lebih baik.(Cay)

Sumber: CNBC

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS