Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
S&P 500 goyang karena kekhawatiran perang dagang Trump akan memperlambat ekonomi
Thursday, 6 March 2025 00:33 WIB | MARKET UPDATE |S & P 500

S&P 500 berfluktuasi pada hari Rabu di tengah ketidakpastian yang terus berlanjut terkait tarif kontroversial Presiden Donald Trump.

S&P 500 dan Nasdaq Composite
masing-masing naik 0,2% dan 0,4%. Dow Jones Industrial Average
naik 181 poin, atau 0,4%, setelah anjlok lebih dari 1.300 poin selama dua sesi terakhir.

Ketiga indeks berayun antara wilayah positif dan negatif untuk hari itu. Jika rata-rata berakhir turun, itu akan menandai sesi negatif ketiga berturut-turut untuk masing-masing.

Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengatakan Selasa malam bahwa ia mengharapkan pengumuman tentang kesepakatan dengan Kanada dan Meksiko terkait tarif. Lutnick menambahkan pada Rabu pagi bahwa Trump sedang mempertimbangkan sektor ekonomi mana yang akan diberi keringanan pajak.

Pembaruan tersebut mendorong saham seperti produsen mobil yang terpukul keras karena kekhawatiran tentang kenaikan biaya bahan. General Motors dan Ford masing-masing naik lebih dari 3% dan 2%. Tarif Trump ” dan pengumuman berikutnya tentang rencana pembalasan dari Tiongkok, Meksiko, dan Kanada ” telah mengguncang pasar, dengan ketiga indeks utama turun lebih dari 2% dalam seminggu. Meskipun keinginan pedagang untuk resolusi berputar-putar, Trump mengatakan "sedikit gangguan" dari pungutannya yang dikenakan pada mitra dagang utama tidak masalah selama pidato Selasa malam di Kongres. S&P 500 secara resmi menghapus kenaikannya sejak ditutup pada Hari Pemilihan di bulan November. Nasdaq Composite berada dalam jarak yang sangat dekat dengan wilayah koreksi pada beberapa titik selama sesi Rabu. Pembacaan tentang kesehatan sektor jasa yang dirilis Rabu pagi sedikit lebih baik dari yang diharapkan para ekonom, yang sempat meningkatkan pasar. Namun, laporan penggajian swasta ADP yang dirilis sebelumnya pada hari itu menunjukkan pertumbuhan pekerjaan yang lebih sedikit dari yang diantisipasi, menambahkan satu lagi poin data ke kumpulan bukti yang berkembang yang menunjukkan ekonomi sedang mendingin. "Tarif saja tidak cukup untuk merusak perekonomian secara signifikan," kata Michael Landsberg, kepala investasi di Landsberg Bennett Private Wealth Management. "Namun, jika Anda mempertimbangkan tarif, ditambah kekhawatiran yang lebih luas tentang perekonomian, dan Fed yang mungkin masih perlu waktu untuk menurunkan suku bunga, saat itulah Anda mulai bertanya-tanya apakah rekor tertinggi saham dari awal tahun ini dapat dibenarkan.(Cay)

Sumber: CNBC

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS