Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dow Anjlok 500 Poin Nasdaq Mendekati Wilayah Koreksi Saat Perang Dagang Trump
Tuesday, 4 March 2025 22:02 WIB | MARKET UPDATE |SahamAS

Saham AS terus merosot pada hari Selasa (04/3) saat tarif Donald Trump terhadap Kanada, Meksiko, dan China mulai berlaku dan memicu tindakan pembalasan, meningkatkan kekhawatiran di kalangan investor tentang ekonomi.

Dow Jones Industrial Average turun 520 poin, atau 1,2%. S&P 500 turun 1,1%. Nasdaq Composite turun 1%, mendorong indeks yang sarat teknologi mendekati wilayah koreksi, yaitu saat indeks turun 10% dari level tertinggi baru-baru ini.

AS memberlakukan bea masuk sebesar 25% terhadap Kanada dan Meksiko yang mulai berlaku pada tengah malam. Trump juga mengenakan bea masuk tambahan sebesar 10% terhadap barang-barang China.

China membalas dengan bea masuk tambahan hingga 15% terhadap beberapa produk AS. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan negaranya juga akan mengenakan bea masuk sebesar 25% terhadap barang-barang AS. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan negara tetangga AS di Selatan itu akan menanggapi dengan tarif dan instrumen lain yang akan diumumkan akhir pekan ini.

Saham GM dan Ford masing-masing turun 3% dan 2%. Chipotle, yang memperoleh sekitar setengah dari alpukatnya dari Meksiko, merosot lebih dari 2%.

Pergerakan pada hari Selasa mengikuti aksi jual pada hari Senin yang menyeret S&P 500 ke zona merah untuk tahun 2025. Karena investor berharap bahwa kesepakatan pada menit-menit terakhir dapat dicapai untuk menghindari pajak penuh atas Meksiko dan Kanada, kerugian meningkat tajam pada sesi hari Senin setelah Trump mengonfirmasi bahwa pungutan yang telah lama ditunggu-tunggu akan segera diberlakukan. Dipasangkan dengan data ekonomi yang lemah yang dirilis baru-baru ini, tarif tersebut telah memberi pelaku pasar alasan lebih lanjut untuk khawatir tentang kesehatan ekonomi AS.

"Meskipun tarif hari Selasa berlaku, masih sangat tidak jelas berapa lama tarif ini akan berlaku," kata Clark Geranen, kepala strategi pasar di CalBay Investments.

"Kami cenderung percaya bahwa ini lebih merupakan taktik negosiasi dan bukan awal dari perang dagang timbal balik yang panjang dan berlarut-larut," katanya. "Namun, dalam situasi ini, investor menjual terlebih dahulu dan bertanya kemudian."(Newsmaker23)

Sumber: CNBC

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS