Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
S&P 500 Datar Saat Wall Street Mencoba Bangkit
Tuesday, 25 February 2025 04:02 WIB | MARKET UPDATE |SahamAS

S&P 500 sedikit berubah pada hari Senin (24/2) karena pasar mencoba bangkit kembali setelah aksi jual tajam pada hari Jumat. Indeks pasar secara luas turun tipis 0,2%. Dow Jones Industrial Average naik 120 poin, atau 0,3%.

Sementara itu, Nasdaq turun 0,8%. Saham perusahaan teknologi besar mengalami tekanan, menyebabkan Nasdaq Composite turun pada hari itu dan sempat memasuki wilayah negatif untuk tahun 2025. Palantir anjlok 10%, menyeret Nasdaq turun. Microsoft turun sekitar 1% setelah laporan analis dari TD Cowen mengatakan perusahaan memangkas pengeluaran untuk pusat data, meningkatkan kekhawatiran akan melemahnya perdagangan kecerdasan buatan. Raksasa pembuat chip Nvidia turun 1,5%.

Kekhawatiran perang dagang Presiden Donald Trump terhadap mitra dagang utama AS terus membebani sentimen. Trump mengatakan tarif untuk Kanada dan Meksiko "akan diberlakukan" setelah batas waktu penundaan selama sebulan berakhir minggu depan.

"Gedung Putih mendapat dukungan investor selama empat minggu pertama masa jabatan, tetapi bulan madu mungkin akan segera berakhir," kata Scott Helfstein, kepala strategi investasi di Global X.

Pergerakan tersebut mengikuti kejatuhan pasar saham minggu lalu. Dow dan Nasdaq mengakhiri minggu ini dengan penurunan lebih dari 2%, sementara S&P 500 turun lebih dari 1%. Pada hari Jumat saja, Dow turun lebih dari 700 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 1,7% dan 2,2%.

Penurunan tersebut terjadi setelah data Februari menimbulkan kekhawatiran atas keadaan ekonomi AS. Angka indeks manajer pembelian menunjukkan sektor jasa AS berkontraksi selama bulan tersebut, sementara indeks sentimen konsumen Universitas Michigan yang banyak diikuti hasilnya lebih lemah dari yang diharapkan.

Minggu depan mencakup pembacaan utama tentang pendapatan perusahaan dan ekonomi. Laporan laba dari Home Depot dan Lowe's pada hari Selasa dan Rabu, masing-masing, akan memberi investor gambaran yang lebih baik tentang bagaimana konsumen AS bernasib. Laporan laba Nvidia pada Rabu malam bisa jadi lebih berdampak, karena pembuat chip yang terkait dengan kecerdasan buatan itu masih menjadi salah satu saham terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.

Kemudian, Jumat akan menyampaikan pembacaan Januari dari indeks pengeluaran konsumsi pribadi, yang merupakan ukuran inflasi yang disukai Federal Reserve.

"PCE hari Jumat untuk Januari akan menjadi sangat penting bagi pasar, karena akan membantu mengonfirmasi apakah inflasi memang melonjak pada awal tahun 2025, karena pembacaan inflasi Januari lainnya, seperti CPI dan PPI, sangat kuat untuk Januari," kata Clark Bellin, presiden dan kepala investasi di Bellwether Wealth.

Namun, "Terlepas dari apa yang dikatakan PCE hari Jumat, kemungkinan Federal Reserve tetap menahan diri ketika menyangkut keputusan suku bunga setidaknya selama 6 bulan ke depan," Bellin menambahkan.(Newsmaker23)

Sumber: CNBC

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS