
Pasar Asia-Pasifik diperdagangkan beragam pada hari Senin, mengikuti saham berjangka AS yang lebih rendah menjelang data ekonomi utama, dengan meningkatnya ketegangan perdagangan yang menekan sentimen investor.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Minggu bahwa ia berencana untuk mengumumkan tarif menyeluruh sebesar 25% untuk semua impor baja dan aluminium pada hari Senin, menurut Reuters.
Di Jepang, indeks acuan Nikkei 225 turun 0,1%, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 0,27%, dalam perdagangan yang tidak menentu.
Negara tersebut melaporkan pertumbuhan pinjaman sebesar 3% tahun ke tahun pada bulan Januari, turun sedikit dari 3,1% pada bulan Desember.
Indeks Korea Selatan dibuka lebih rendah, tetapi berubah arah dengan Kospi naik 0,12% sementara Kosdaq berkapitalisasi kecil naik 0,73%.
S&P/ASX 200 Australia diperdagangkan turun 0,31%. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,47%, sementara Indeks CSI 300 Tiongkok daratan datar.
Inflasi konsumen di Tiongkok naik untuk pertama kalinya sejak Agustus 2024, didorong oleh peningkatan belanja menjelang Tahun Baru Imlek, menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional pada hari Minggu. Indeks harga konsumen naik 0,7% bulan ke bulan dan 0,5% tahunan pada bulan Januari, lebih tinggi dari estimasi Reuters sebesar 0,4%.
Sementara itu, indeks harga produsen, yang mencakup harga grosir barang, turun 2,3% dari tahun sebelumnya pada bulan Januari, lebih tinggi dari penurunan 2,1% yang diperkirakan oleh Reuters.
Investor juga akan mencermati saham India yang turun pada hari Jumat, setelah Bank Sentral India diperkirakan akan memangkas suku bunga untuk pertama kalinya dalam lima tahun. Indeks acuan Singapura Straits Times mencapai titik tertinggi sepanjang masa di 3.910,12 poin, data LSEG menunjukkan, dipimpin oleh kenaikan saham operator telekomunikasi Singapore Telecommunications dan juga bank lokal DBS Group Holdings Oversea-Chinese Banking Corporation dan United Overseas Bank. Indeks acuan STI diperdagangkan naik 0,58%. Ketiga indeks utama AS turun pada hari Jumat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia berencana untuk mengenakan tarif timbal balik pada mitra dagang. Pasar semakin tertekan oleh rilis sentimen konsumen dan data pekerjaan yang menunjukkan kenaikan inflasi dan menaikkan imbal hasil Treasury 10 tahun di atas 4,5% pada sesi tertingginya. Dow Jones Industrial Average turun 444,23 poin, atau 0,99%, hingga ditutup pada 44.303,40. S&P 500 turun 0,95% menjadi 6.025,99, dan Nasdaq Composite turun 1,36% hingga ditutup pada 19.523,40. Kerugian hari Jumat membuat rata-rata utama berada di wilayah negatif pada minggu ini.(Cay) Newsmaker23
sumber: Investing.com
Tested ID...
Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...
Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...
Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...
Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...