
S&P 500 naik untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Kamis, karena investor mempertimbangkan laporan laba perusahaan terbaru.
Indeks pasar umum naik 0,36%, sementara Nasdaq Composite
diperdagangkan naik sekitar 0,5%. Namun, Dow Jones Industrial Average turun 125 poin, atau 0,28%.
Nama-nama semikonduktor merosot, dengan Qualcomm dan Arm masing-masing turun 4%. Skyworks Solutions turun 24% setelah melaporkan hasil kuartalannya. Ford Motor juga turun 7% setelah pembuat mobil itu meramalkan tahun 2025 yang sulit.
Saham Honeywell turun 5%, menyeret Dow lebih rendah, setelah perusahaan mengeluarkan panduan laba setahun penuh yang tidak sesuai dengan yang diantisipasi analis. Konglomerat itu juga mengumumkan akan membagi menjadi tiga perusahaan.
Sebaliknya, saham Philip Morris melonjak 10% menyusul laporan laba dan pendapatan perusahaan tembakau internasional yang lebih baik dari perkiraan untuk kuartal keempat. Kenaikan tersebut menempatkan saham di jalur untuk mencapai rekor tertinggi.
"Pergerakan harga hari ini jelas terasa istimewa, dan itulah yang sering kita lihat selama musim laba ketika investor fokus pada fundamental perusahaan individual," kata Zachary Hill, kepala manajemen portofolio di Horizon Investments, kepada CNBC.
Sementara itu, investor tampaknya telah mengabaikan kekhawatiran seputar tarif, yang dimulai pada hari Senin setelah Presiden Donald Trump mengumumkan pungutan 10% atas impor Tiongkok selama akhir pekan. Sentimen membaik setelah presiden menghentikan bea masuk atas barang-barang Meksiko dan Kanada.
"Itu terus menjadi sesuatu yang, meskipun tidak berdampak pada pergerakan harga saat ini, kami pikir akan terus menjadi pertimbangan investor untuk beberapa waktu," tambah Hill.
Wall Street kini tengah menanti laporan pekerjaan bulan Januari, yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Jumat pukul 8:30 pagi ET. Para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan pertumbuhan jumlah pekerja nonpertanian sebesar 169.000 untuk bulan tersebut, lebih rendah dari 256.000 pekerjaan yang ditambahkan pada bulan Desember.(Cay) Newsmaker23
Sumber: CNBC
Tested ID...
Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...
Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...
Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...
Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...