Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Powell mengatakan bank sentral tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga lagi
Thursday, 30 January 2025 04:07 WIB | MARKET UPDATE |Federal Reserve

Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada kisaran target saat ini sebesar 4,25% hingga 4,50% pada akhir rapatnya di bulan Januari, tetapi para pembuat kebijakan memperingatkan bahwa inflasi masih "agak tinggi." Jeda tersebut terjadi setelah bank sentral memangkas suku bunga tiga kali berturut-turut hingga akhir tahun 2024.
Pada konferensi persnya, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menekankan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk menyesuaikan sikap kebijakannya, terutama karena ekonomi masih kuat.
Ada berbagai kemungkinan terkait potensi dampak tarif, menurut Ketua Fed Powell.

"Berbagai kemungkinan sangat, sangat luas," katanya. "Kami tidak tahu berapa lama atau berapa banyak, negara mana saja. Kami tidak tahu tentang pembalasan. Kami tidak tahu bagaimana hal itu akan menular melalui ekonomi ke konsumen. Itu benar-benar masih harus dilihat." "Yang terbaik yang dapat kita lakukan adalah apa yang telah kita lakukan, yaitu mempelajari hal ini dan melihat pengalaman historis, membaca literatur, dan memikirkan faktor-faktor yang mungkin penting," lanjut Powell. "Dan kemudian kita harus melihat ... bagaimana kelanjutannya.
Ketua Fed Powell mengatakan pada hari Rabu bahwa ia "tidak melakukan kontak" dengan Trump sejak presiden mengatakan minggu lalu bahwa ia akan "menuntut agar suku bunga segera turun."

"Saya tidak akan memberikan tanggapan atau komentar apa pun tentang apa yang dikatakan presiden," kata Powell pada konferensi persnya pada hari Rabu. "Tidak pantas bagi saya untuk melakukannya."

"Publik harus yakin bahwa kami akan terus melakukan pekerjaan kami seperti yang selalu kami lakukan, dengan fokus pada penggunaan alat kami untuk mencapai tujuan kami dan benar-benar bekerja keras dan melakukan pekerjaan kami," tambah Powell.
'Kemajuan nyata' pada inflasi diperlukan sebelum perubahan kebijakan dilakukan, kata Powell
Ketua Fed Powell mengatakan pada hari Rabu bahwa bank sentral perlu melihat "kemajuan nyata pada inflasi atau beberapa kelemahan di pasar tenaga kerja sebelum kami mempertimbangkan untuk melakukan penyesuaian."
The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah pada bulan Januari setelah tiga pertemuan berturut-turut yang berakhir dengan pemotongan. Ketua Fed Powell menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk mencapai tingkat inflasi 2%.
Saat membahas rencana Komite Pasar Terbuka Federal untuk melakukan tinjauan baru terhadap kerangka kebijakan moneternya tahun ini, Powell mengatakan target inflasinya tidak akan berubah.
"Target inflasi 2% komite akan dipertahankan dan tidak akan menjadi fokus tinjauan," kata Powell kepada wartawan pada hari Rabu.(Cay) Newsmaker23

Sumber:CNBC

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS