Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Wall Street Berakhir Lebih Rendah seiring Kekhawatiran Inflasi Meningkat
Wednesday, 8 January 2025 04:23 WIB | MARKET UPDATE |DOW JONESS & P 500Indeks NasdaqSahamAS

Saham AS ditutup turun pada hari Selasa (7/1) setelah serangkaian data ekonomi yang optimis menimbulkan kekhawatiran bahwa meningkatnya inflasi dapat memperlambat laju pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve.

Saham menyerahkan keuntungan awal setelah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan lowongan pekerjaan meningkat secara tak terduga pada bulan November, sementara laporan terpisah mengatakan aktivitas sektor jasa meningkat pada bulan Desember dengan ukuran yang melacak harga input melonjak ke level tertinggi hampir dua tahun.

Imbal hasil Treasury 10-tahun acuan mencapai level tertinggi delapan bulan di 4,677% setelah data menunjukkan ekonomi yang kuat.

Tanda-tanda ketahanan yang berkelanjutan dalam ekonomi telah mendorong kembali ekspektasi kapan bank sentral dapat memberikan penurunan suku bunga pertamanya tahun ini. Pedagang sekarang melihat penurunan berikutnya lebih mungkin terjadi pada bulan Juni dan Fed tetap menahannya selama sisa tahun 2025, menurut alat FedWatch CME Group.

Menurut data awal, S&P 500 (.SPX), turun 66,20 poin, atau 1,11%, dan ditutup pada 5.909,54 poin, sementara Nasdaq Composite (.IXIC), turun 375,77 poin, atau 1,89%, menjadi 19.489,21. Dow Jones Industrial Average (.DJI), turun 179,06 poin, atau 0,42%, menjadi 42.527,50.

Imbal hasil yang lebih tinggi mendorong saham teknologi (.SPLRCT), turun. Saham Nvidia (NVDA.O), yang merupakan pelopor AI, turun tajam.

Sebagian besar dari 11 sektor S&P 500 menurun.

Fokus utama minggu ini adalah data utama penggajian nonpertanian, bersama dengan risalah rapat Fed bulan Desember. Pada sesi sebelumnya, S&P 500 (.SPX), dan Nasdaq (.IXIC), ditutup di bawah level tertinggi satu minggu karena ketidakpastian setelah Presiden terpilih Donald Trump membantah laporan bahwa timnya sedang menjajaki kebijakan tarif yang kurang agresif. (Arl)

Sumber : Reuters

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS