Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Saham US naik pada hari Jumat karena S&P 500 menguat
Saturday, 4 January 2025 02:07 WIB | MARKET UPDATE |Amerika

Saham AS bergerak naik pada hari Jumat karena Wall Street mencoba melepaskan diri dari awal tahun baru yang bergejolak.

S&P 500 naik 1,2%, dan Dow Jones Industrial Average
naik 319 poin, atau sekitar 0,9%. Nasdaq Composite
naik sekitar 1,6%.

Saham teknologi menjadi titik terang bagi pasar pada hari Jumat. Raksasa chip Nvidia naik 4%, sementara pembuat server Super Micro Computer melonjak 6%. Tesla naik 4% untuk memimpin kelompok konsumen diskresioner.

Pergerakan hari Jumat terjadi setelah sesi perdagangan yang berombak pada hari Kamis yang menyebabkan saham ditutup lebih rendah setelah reli pagi. S&P 500 dan Nasdaq telah jatuh selama lima sesi perdagangan berturut-turut, penurunan terpanjang sejak April tahun lalu.

Pelemahan ekuitas baru-baru ini berarti bahwa reli "Santa Claus", di mana saham naik dalam lima hari perdagangan terakhir dalam satu tahun dan dua hari pertama tahun berikutnya, telah gagal terwujud. Namun, banyak ahli strategi dan manajer portofolio Wall Street masih optimis tentang pasar pada tahun 2025.

"Pendorong pertumbuhan sekuler yang telah mendorong pertumbuhan laba dan keuntungan pasar selama dua tahun terakhir, menurut saya masih kuat dan akan terus mendorong keuntungan laba tersebut," kata Jeremiah Buckley, manajer portofolio di Janus Henderson Investors, dalam acara "Squawk on the Street" di CNBC.

Saham sedang dalam kecepatan untuk menutup minggu ini dengan kerugian bahkan dengan keuntungan hari Jumat. Dow yang terdiri dari 30 saham dan S&P 500 masing-masing turun sekitar 0,6% dan 0,5%. Nasdaq Composite turun 0,7%.

Berita dari Washington, D.C., memacu beberapa pergerakan saham individu pada hari Jumat. Saham U.S. Steel turun 5% setelah Presiden Joe Biden mengatakan akan memblokir rencana akuisisi oleh Nippon Steel. Saham minuman keras dan bir turun setelah dokter bedah umum AS mengeluarkan peringatan tentang risiko kanker yang terkait dengan konsumsi alkohol.(Cay) Newsmaker23

Sumber: CNBC

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS