
Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu, tetapi mengekang jumlah pemangkasan suku bunga di masa mendatang karena kekhawatiran tentang inflasi di tengah prospek ekonomi yang lebih cerah.
Komite Pasar Terbuka Federal, FOMC, memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 bps ke kisaran 4,25% hingga 4,5%.
Dalam pemangkasan suku bunga ketiga tahun ini sejak pemangkasan pertama pada bulan September, anggota Fed sekarang tampaknya mulai menjauh dari siklus pemangkasan suku bunga yang mendalam, bertaruh pada lebih sedikit pemangkasan suku bunga di masa mendatang.
Anggota Fed sekarang melihat suku bunga acuan turun menjadi 3,9% untuk tahun depan, yang menunjukkan hanya dua kali pemangkasan suku bunga, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya pada bulan September untuk empat kali pemangkasan. Suku bunga diperkirakan turun menjadi 3,4% pada tahun 2026, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,9%.
Menjelang pertemuan Fed, anggota Fed telah menyatakan kekhawatiran bahwa inflasi dapat terhenti di atas target 2% dan menyerukan pendekatan yang lebih hati-hati terhadap pemotongan suku bunga.
Awal bulan ini, ketua Fed Jerome Powell mengakui bahwa ekonomi telah menguat dan inflasi sedikit lebih tinggi dari yang diharapkan pada bulan September.
Pemerintahan Donald Trump yang akan datang juga telah mengaburkan ekspektasi investor terhadap prospek pemotongan suku bunga. Kebijakan Trump termasuk tarif diperkirakan akan bersifat inflasioner dan pro-pertumbuhan, sehingga menghambat perjuangan Fed melawan inflasi.
Konferensi pers Powell pada pukul 2:30 p.m. ET (19:30 GMT) akan diawasi dengan ketat untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang perkiraan ekonomi terbaru Fed termasuk jalur suku bunga.(Cay) Newsmaker23
Sumber: Investing.com
Tested ID...
Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...
Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...
Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...
Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...