Monday, 02 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Saham Asia Turun, Fokus pada Pergolakan politik Korea Selatan
Monday, 9 December 2024 07:56 WIB | MARKET UPDATE |Saham Asia

Saham Asia mengawali minggu ini dengan nada lemah, karena investor bergulat dengan pergolakan politik Korea Selatan dan menunggu stimulus baru dari Beijing. Harga minyak stabil setelah pemerintah Suriah digulingkan.

Patokan ekuitas Korea turun hingga 1,8% pada pembukaan perdagangan, dengan saham Australia juga turun. Saham Jepang datar. Kontrak berjangka menunjukkan pembukaan yang lemah di Hong Kong. Dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun stabil.

Investor mempersiapkan diri minggu ini untuk serangkaian keputusan bank sentral terakhir di empat benua, pertemuan penting pejabat Tiongkok, dan data inflasi AS dalam upaya untuk meningkatkan laba tahun ini dan membantu memandu posisi hingga 2025. Sebuah indeks saham global telah menghasilkan laba lebih dari 20% tahun ini, di jalur untuk laba besar kedua berturut-turut, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. "Minggu depan akan ramai dengan risiko peristiwa di mana-mana," tulis Chris Weston, kepala penelitian di Pepperstone Group Ltd. di Melbourne dalam sebuah catatan kepada klien. "CPI AS yang tinggi belum tentu akan menggagalkan pemangkasan pada pertemuan FOMC minggu depan" tetapi mungkin akan memengaruhi prospek pelonggaran lebih lanjut dan pergerakan dolar.

Korea tetap menjadi fokus di kawasan tersebut, karena beberapa anggota parlemen mendesak Presiden Yoon Suk Yeol untuk mengundurkan diri di tengah meningkatnya kemarahan publik atas pemberlakuan darurat militer singkat minggu lalu. Anggota parlemen oposisi mengatakan mereka akan mendorong pemungutan suara pemakzulan lain terhadap Yoon setelah ia selamat dari yang pertama. Para pejabat berjanji pada hari Senin untuk memantau ekonomi dan pasar negara itu dengan saksama.

Sementara itu, penetapan harian yuan oleh Bank Rakyat Tiongkok akan diurai setelah bank sentral mengisyaratkan dukungan untuk mata uang tersebut melalui serangkaian penetapan kuat minggu lalu. Hal itu terjadi sebelum data harga konsumen dan produsen yang mungkin menunjukkan permintaan yang lesu di ekonomi terbesar kedua di dunia dan menambah ekspektasi akan lebih banyak dukungan fiskal dari Konferensi Kerja Ekonomi Pusat yang akan dimulai pada hari Rabu.

"Ada alasan yang masuk akal bahwa Tiongkok mungkin telah menyimpan dananya sambil menunggu perubahan kebijakan perdagangan AS mulai Januari," tulis ahli strategi Barclays yang dipimpin oleh Themistoklis Fiotakis dalam sebuah catatan kepada klien. Mengingat ada ruang untuk pelonggaran dolar, "tekanan depresiasi yuan juga akan mereda sementara mengingat resistensi PBOC pada sekitar 7,30" per dolar.(Azf)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
Tested EN...
Thursday, 8 January 2026 15:26 WIB

Tested ID...

Rally Mulai Kehabisan Tenaga, Bursa Asia Ikut Loyo...
Thursday, 8 January 2026 07:47 WIB

Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS (Treasuries) mempertahankan...

Saham AS Ditutup Beragam pada Hari Rabu...
Thursday, 8 January 2026 04:24 WIB

Saham AS beragam pada hari Rabu karena investor mempertimbangkan data ekonomi yang tidak merata dibandingkan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, dengan S&P 500 turun 0...

Pasar Eropa Resah, Isu Greenland Panaskan Sentimen...
Wednesday, 7 January 2026 15:46 WIB

Saham-saham Eropa berada di wilayah yang beragam pada Rabu pagi, seiring dengan meningkatnya kegelisahan pasar regional atas ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland. Indeks Stoxx 6...

Pasar Asia Melambat, Jepang Tertekan & Minyak Turun...
Wednesday, 7 January 2026 07:26 WIB

Pasar saham Asia sedikit melemah pada Rabu setelah mencatat awal tahun terbaik sepanjang sejarah. Pelemahan dipicu oleh turunnya saham Jepang di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Indeks Nik...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS