Wednesday, 11 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Emas Tembus Rekor, Pasar Waspadai Risiko Shutdown AS
Tuesday, 30 September 2025 10:20 WIB | MARKET ANALYSIS |

Emas Cetak Rekor Baru di Tengah Ancaman Penutupan Pemerintah AS

Emas kembali mencetak rekor tertinggi $3.854 per ons, didorong kekhawatiran atas potensi penutupan pemerintah AS yang mendorong investor mencari aset safe haven. Sepanjang tahun ini, harga emas sudah naik 46%, menandai laju tahunan terbaik sejak 1979. Sementara itu, Treasury mempertahankan penguatannya setelah reli sebelumnya, dan dolar AS sedikit menguat pasca keputusan Presiden Donald Trump mengenakan tarif 10% pada impor kayu. Di Asia, saham bergerak naik 0,2%, menandai bulan keenam berturut-turut dalam tren positif, dengan Zijin Gold International melonjak 66% pada debut perdagangannya di Hong Kong.

Namun, sentimen pasar tetap dibayangi ketidakpastian politik AS. Wakil Presiden JD Vance menyebut penutupan pemerintah kemungkinan besar akan terjadi setelah pertemuan antara Trump dan pimpinan kongres gagal mencapai kesepakatan sebelum tenggat 1 Oktober. Investor khawatir penutupan tersebut dapat menunda rilis data penting, termasuk laporan penggajian nonpertanian, yang krusial bagi Federal Reserve dalam menentukan jalur penurunan suku bunga. Menurut Kathy Jones dari Charles Schwab, tertundanya laporan pasar tenaga kerja dapat meningkatkan kecemasan pasar mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Pada saat penulisan, Harga Emas berada pada level  $3.854

Disclaimer :

Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Perak Sesi Eropa Kemana?...
Friday, 9 January 2026 15:55 WIB

Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundament...

Emas Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian Pasar...
Thursday, 8 January 2026 17:19 WIB

Harga emas melemah pada perdagangan terbaru, tertekan oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, seiring investor mencerna data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat. Sent...

Perak Kembali Menggila? $78 Menjadi Perebutan Kekuasaan!...
Thursday, 8 January 2026 10:21 WIB

Perak (XAG/USD) hari ini terkonsolidasi di sekitar $78,05/oz (real-time), setelah volatilitas tinggi dalam beberapa sesi terakhir. Area ini menunjukkan pasar "menahan napas" karena pelaku pasar menung...

Jelang Data AS, Emas Berbalik Turun...
Wednesday, 7 January 2026 19:41 WIB

Harga emas turun pada perdagangan terbaru seiring investor memilih ambil untung setelah reli sebelumnya, sambil menunggu kepastian dari data ekonomi Amerika Serikat. Fokus pasar kini tertuju pada ril...

Brent Melemah di Tengah Lonjakan Pasokan Global...
Wednesday, 7 January 2026 10:39 WIB

Harga Brent Oil relatif turun karena pasar mulai memperhitungkan kemungkinan akhirnya konflik Rusia‘Ukraina. Jika perang mereda, ekspor minyak Rusia yang selama ini dibatasi sanksi bisa kembali masu...

LATEST NEWS
Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, dan dolar yang mulai melemah. Pemicu utamanya...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fears of imminent supply disruptions. Brent fell...

Saham Hong Kong Ngebut Di Awal Pekan

Saham Hong Kong langsung tancap gas pada Senin pagi. Indeks Hang Seng naik 488 poin atau sekitar 1,8% ke level 27.051, memantul setelah sempat melemah di sesi sebelumnya. Sentimen ikut ketarik dari Wall Street. Reli pada Jumat bikin Dow Jones...

POPULAR NEWS