Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Gencatan Senjata Bikin Emas Lemas, Permintaan Safe Haven Surut
Tuesday, 24 June 2025 16:19 WIB | MARKET ANALYSIS |GOLDEMASmarket analysis

Harga emas turun karena permintaan aset safe haven melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Iran telah sepakat melakukan gencatan senjata.

Logam mulia ini sempat turun hingga 1,6% ke bawah $3.320 per ons pada Selasa. Trump, yang mengumumkan gencatan senjata secara mengejutkan di platform Truth Social beberapa hari setelah memerintahkan serangan udara ke fasilitas nuklir Iran, menyatakan bahwa kesepakatan ini bertujuan untuk mengakhiri konflik secara permanen dan memperingatkan agar tidak ada pelanggaran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian mengonfirmasi bahwa negaranya setuju untuk menghentikan serangan setelah mencapai target militernya terhadap Iran.

Tingginya permintaan aset lindung nilai akibat ketegangan geopolitik sebelumnya menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga emas sebesar 27% sepanjang tahun ini. Selain itu, kekhawatiran atas dampak ekonomi dari tarif Trump serta pembelian emas oleh bank sentral juga menopang harga logam mulia.

Sementara para investor kini menanti testimoni dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell di hadapan Kongres dalam beberapa hari ke depan untuk mencari petunjuk soal kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter, karena suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung kenaikan harga emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Harga emas saat berita ini dirilis -1,34% atau berada pada level $3324 / Toz.

 

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Perak Sesi Eropa Kemana?...
Friday, 9 January 2026 15:55 WIB

Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundament...

Emas Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian Pasar...
Thursday, 8 January 2026 17:19 WIB

Harga emas melemah pada perdagangan terbaru, tertekan oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, seiring investor mencerna data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat. Sent...

Perak Kembali Menggila? $78 Menjadi Perebutan Kekuasaan!...
Thursday, 8 January 2026 10:21 WIB

Perak (XAG/USD) hari ini terkonsolidasi di sekitar $78,05/oz (real-time), setelah volatilitas tinggi dalam beberapa sesi terakhir. Area ini menunjukkan pasar "menahan napas" karena pelaku pasar menung...

Jelang Data AS, Emas Berbalik Turun...
Wednesday, 7 January 2026 19:41 WIB

Harga emas turun pada perdagangan terbaru seiring investor memilih ambil untung setelah reli sebelumnya, sambil menunggu kepastian dari data ekonomi Amerika Serikat. Fokus pasar kini tertuju pada ril...

Brent Melemah di Tengah Lonjakan Pasokan Global...
Wednesday, 7 January 2026 10:39 WIB

Harga Brent Oil relatif turun karena pasar mulai memperhitungkan kemungkinan akhirnya konflik Rusia‘Ukraina. Jika perang mereda, ekspor minyak Rusia yang selama ini dibatasi sanksi bisa kembali masu...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS