
Emas bergerak di level diatas $2600 pada Senin selama sesi perdagangan Asia. Saat ini Emas masih berjuang untuk memanfaatkan pemulihan moderat minggu lalu dari titik terendah satu bulan dan berfluktuasi.
Selain itu, risiko geopolitik yang berasal dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan ketegangan di Timur Tengah semakin mendukung logam mulia yang menjadi tempat berlindung yang aman. Disisi lain, sinyal hawkish Federal Reserve (Fed), bahwa mereka akan memperlambat laju penurunan suku bunga pada tahun 2025, tetap mendukung peningkatan imbal hasil obligasi Treasury AS.
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...
Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...
Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...
Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat...
Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah...
AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera...
Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama...