Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Suku Bunga Australia Di-freeze, Tapi Inflasi Masih Ngamuk?
Tuesday, 9 December 2025 10:43 WIB | FISCAL & MONETARY |Fiskal & Moneter

Bank sentral Australia (RBA) kembali menahan suku bunga acuan di 3,6% untuk ketiga kalinya berturut-turut dalam pertemuan terakhir tahun ini, Selasa(9/12). Keputusan ini diambil bulat oleh sembilan anggota dewan di tengah kombinasi tekanan inflasi yang kembali menguat dan pasar tenaga kerja yang masih ketat. Dalam pernyataannya, RBA menegaskan bahwa langkah berikutnya akan sangat bergantung pada data ekonomi yang masuk, dan mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk menilai seberapa kuat dan bertahannya tekanan inflasi. Setelah keputusan ini, dolar Australia melemah ke sekitar US$0,6616, sementara imbal hasil obligasi pemerintah tiga tahun turun ke sekitar 4,06%.

Perekonomian Australia saat ini berjalan mendekati kapasitas penuh, dengan pengangguran di dekat rekor terendah dan inflasi kembali berada di atas batas atas target 2-3%. Di sisi lain, konsumen masih berhati-hati: belanja riil per kapita cenderung datar dan rasio tabungan rumah tangga sedikit naik karena banyak keluarga berusaha membangun kembali bantalan keuangan mereka. Kondisi ini membuat prospek tahun 2026 menjadi rumit. Pasar uang memperkirakan peluang hampir 50:50 bahwa langkah RBA selanjutnya justru bisa berupa kenaikan suku bunga paling cepat Mei, sementara sebelumnya banyak ekonom masih memprediksi setidaknya satu kali pemangkasan lagi. Sejumlah lembaga besar seperti Goldman Sachs, UBS, dan Barrenjoey kini sejalan dengan pasar, melihat bahwa langkah berikutnya RBA kemungkinan besar adalah kenaikan, bukan pemangkasan.

RBA juga harus menghadapi dinamika global yang bergerak berlawanan. Australia berada di jalur salah satu siklus pelonggaran tersingkat di antara negara maju, hanya memangkas suku bunga sekitar 75 bps dalam enam bulan, dan bahkan memulai pemotongan lebih lambat dari bank sentral lain. Sementara itu, di Amerika Serikat, pelaku pasar justru meningkatkan taruhan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya berturut-turut, didorong tekanan politik dan tanda melemahnya pasar tenaga kerja. Perbedaan kebijakan ini ikut memicu aksi jual besar di obligasi Australia dan melebar­nya premi imbal hasil dibandingkan obligasi pemerintah lain. Di dalam negeri, data terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan, namun biaya tenaga kerja dan utilisasi kapasitas yang tinggi-ditambah penghapusan subsidi tagihan Listrik-berpotensi kembali mendorong inflasi dalam laporan IHK mendatang. Semua ini membuat keputusan RBA ke depan makin rumit, di tengah mandat ganda mereka: menjaga inflasi di kisaran 2-3% dan mempertahankan pasar tenaga kerja yang sehat dan berkelanjutan. (az)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Menurut Steven Miran Suku Bunga Tahun 2026 Masih Bisa Turun Sebesar 150 Bps...
Thursday, 8 January 2026 22:55 WIB

Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia menargetkan penurunan suku bunga sebesar 150 basis poin tahun ini untuk mendorong pasar tenaga kerja AS. Miran mengatakan ...

Wakil Ketua Fed Bowman Menguraikan Upaya Modernisasi Regulasi...
Thursday, 8 January 2026 05:35 WIB

Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama pidatonya di Seminar Presiden Bank Asosiasi Bankir Califor...

Menurut Petinggi Fed Masih Ada Peluang Pemangkasan Suku Bunga Lanjutan...
Tuesday, 6 January 2026 23:47 WIB

Perubahan lebih lanjut pada suku bunga jangka pendek Federal Reserve perlu "disesuaikan dengan cermat" berdasarkan data yang masuk mengingat risiko terhadap target lapangan kerja dan inflasi bank sent...

Barkin: Ekonomi AS di Titik Rapuh, Data Jadi Penentu...
Tuesday, 6 January 2026 20:26 WIB

Presiden Bank Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, mengatakan prospek kebijakan moneter tetap berada dalam keseimbangan yang rapuh mengingat tekanan yang saling bertentangan dari meningkatnya pengang...

Rapat Desember Tak Sejalan, Risalah Fed Picu Spekulasi Pasar...
Wednesday, 31 December 2025 02:12 WIB

Bank Sentral AS (Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah perdebatan yang sangat bernuansa tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS saat ini, menurut cat...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS