
Inflasi di Amerika Serikat terus menunjukkan tanda-tanda moderasi. Data terbaru menunjukkan inflasi CPI bergerak di kisaran 3% secara tahunan, sementara inflasi PCE”indikator favorit Federal Reserve”berada di sekitar 2,1“2,6%. Penurunan laju inflasi ini menjadi sinyal bahwa tekanan harga di AS mulai mereda setelah periode kenaikan harga tinggi pasca-pandemi. Kondisi ini langsung memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed, karena stabilnya inflasi membuka peluang pelonggaran kebijakan moneter dalam beberapa waktu ke depan. Namun, The Fed tetap berhati-hati karena inflasi inti masih berada sedikit di atas target 2%.
Dampak ke Ekonomi Global
Inflasi AS yang lebih terkendali memberikan "angin tenang" bagi ekonomi global. Ketika inflasi AS turun, tekanan suku bunga tinggi cenderung berkurang. Jika The Fed menurunkan suku bunga, negara-negara berkembang berpotensi merasakan arus modal masuk yang lebih besar karena investor mencari imbal hasil lebih tinggi di luar AS. Selain itu, biaya pinjaman global secara umum bisa menurun, membantu pemulihan ekonomi dunia. Negara dengan beban utang dolar juga bisa sedikit lega jika dolar melemah bersamaan dengan turunnya inflasi.
Dampak ke Harga Emas.
Emas biasanya bergerak berlawanan dengan dolar dan suku bunga AS. Jika inflasi AS turun dan The Fed membuka peluang penurunan suku bunga, emas sering mendapat dorongan positif. Suku bunga yang lebih rendah berarti biaya menahan aset emas (yang tidak memberikan bunga) jadi lebih murah. Ditambah lagi, jika dolar ikut melemah, emas makin menarik bagi pembeli global. Singkatnya: inflasi AS yang turun → ekspektasi suku bunga turun → emas berpotensi naik.
Dampak ke Harga Minyak
Minyak punya respons yang sedikit berbeda. Inflasi AS yang lebih rendah bisa mendukung pertumbuhan ekonomi global karena biaya pinjaman menurun. Jika aktivitas ekonomi meningkat, permintaan minyak pun ikut naik. Di sisi lain, dolar yang melemah membuat minyak”yang dihargakan dalam dolar”lebih murah bagi negara lain, yang biasanya mendorong kenaikan permintaan global. Jadi secara keseluruhan: inflasi AS yang melandai cenderung memberi dorongan positif ke harga minyak, selama kondisi permintaan global tetap solid.(Cay)
Sumber: newsmaker.id
Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia menargetkan penurunan suku bunga sebesar 150 basis poin tahun ini untuk mendorong pasar tenaga kerja AS. Miran mengatakan ...
Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama pidatonya di Seminar Presiden Bank Asosiasi Bankir Califor...
Perubahan lebih lanjut pada suku bunga jangka pendek Federal Reserve perlu "disesuaikan dengan cermat" berdasarkan data yang masuk mengingat risiko terhadap target lapangan kerja dan inflasi bank sent...
Presiden Bank Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, mengatakan prospek kebijakan moneter tetap berada dalam keseimbangan yang rapuh mengingat tekanan yang saling bertentangan dari meningkatnya pengang...
Bank Sentral AS (Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah perdebatan yang sangat bernuansa tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS saat ini, menurut cat...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...