
Ketua Federal Reserve Jerome Powell tampil di Hoover Institution, Stanford, dalam rangkaian George P. Shultz Memorial Lecture Series: Shultz and Economic Policy. Alih-alih membahas inflasi, suku bunga, atau arah kebijakan moneter, Powell justru fokus memberi penghormatan pada mendiang George Shultz, salah satu tokoh penting di balik kebijakan ekonomi dan diplomasi AS di abad ke-20.
Dalam sambutannya, Powell menyoroti perjalanan karier Shultz yang pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Tenaga Kerja, hingga Direktur Anggaran. Ia menekankan nilai-nilai yang dijunjung Shultz, seperti pentingnya kepercayaan, konsistensi prinsip, dan cara Shultz menggabungkan keyakinan pada pasar bebas dengan tanggung jawab kebijakan publik. Powell juga memuji warisan pemikiran Shultz yang dinilai masih relevan untuk menjawab tantangan ekonomi dan geopolitik saat ini.
Yang membuat pasar sedikit "gigit jari", Powell secara jelas menyatakan bahwa ia tidak akan membahas kondisi ekonomi terkini maupun kebijakan suku bunga dalam kesempatan tersebut. Bagi pelaku pasar yang berharap ada sinyal baru menjelang pertemuan FOMC Desember, pidato ini praktis tidak memberi petunjuk apa pun. Fokus pelaku pasar pun kembali ke data inflasi, tenaga kerja, serta pernyataan pejabat The Fed lain sebagai panduan untuk membaca peluang pemangkasan suku bunga ke depan.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id
Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia menargetkan penurunan suku bunga sebesar 150 basis poin tahun ini untuk mendorong pasar tenaga kerja AS. Miran mengatakan ...
Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama pidatonya di Seminar Presiden Bank Asosiasi Bankir Califor...
Perubahan lebih lanjut pada suku bunga jangka pendek Federal Reserve perlu "disesuaikan dengan cermat" berdasarkan data yang masuk mengingat risiko terhadap target lapangan kerja dan inflasi bank sent...
Presiden Bank Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, mengatakan prospek kebijakan moneter tetap berada dalam keseimbangan yang rapuh mengingat tekanan yang saling bertentangan dari meningkatnya pengang...
Bank Sentral AS (Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah perdebatan yang sangat bernuansa tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS saat ini, menurut cat...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...
Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...
Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...