Thursday, 05 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Peluang The Fed Potong Suku Bunga Desember,Capai 70%
Tuesday, 11 November 2025 16:12 WIB | FISCAL & MONETARY |Federal Reserve

Optimisme pasar keuangan global meningkat setelah data terbaru menunjukkan peluang kuat bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada Desember 2025. Menurut CME FedWatch Tool, probabilitas pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) kini mencapai sekitar 67 hingga 70 persen.

Langkah ini dinilai sebagai respons terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat serta tekanan dari ketidakpastian fiskal yang dipicu oleh penutupan pemerintah (shutdown) selama lebih dari sebulan. Para analis menilai, pemangkasan moderat akan membantu menjaga momentum ekonomi menjelang akhir tahun tanpa menyalakan kembali tekanan inflasi.

"Pasar sudah memposisikan diri untuk satu kali pemangkasan pada Desember," ujar seorang analis makro dari Wall Street. "The Fed ingin menyeimbangkan antara menjaga inflasi tetap terkendali dan mencegah perlambatan ekonomi yang lebih tajam.

Selain skenario pemangkasan 25 bps, sebagian kecil pelaku pasar memperkirakan kemungkinan pemangkasan lebih besar, hingga 50 bps, dengan peluang sekitar 20“25 persen. Namun, sebagian besar analis menilai skenario tersebut masih terlalu agresif, mengingat inflasi inti AS masih bertahan di atas target 2 persen.

Ketua The Fed, Jerome Powell, sebelumnya menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga Desember bukan keputusan yang pasti, dan akan sangat bergantung pada data inflasi serta laporan ketenagakerjaan yang dirilis menjelang pertemuan FOMC.

Ekspektasi terhadap pelonggaran moneter ini juga berdampak ke pasar komoditas. Harga emas bergerak stabil di kisaran $4.115 per ons, karena investor menimbang potensi pelemahan dolar AS jika suku bunga benar-benar diturunkan.

Dengan peluang pemangkasan suku bunga mendekati 70 persen, pelaku pasar kini bersiap menyambut periode kebijakan moneter yang lebih longgar di awal 2026, meski sebagian ekonom memperingatkan bahwa langkah terlalu cepat bisa membuka kembali risiko inflasi di paruh kedua tahun depan.(Cay)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Menurut Steven Miran Suku Bunga Tahun 2026 Masih Bisa Turun Sebesar 150 Bps...
Thursday, 8 January 2026 22:55 WIB

Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia menargetkan penurunan suku bunga sebesar 150 basis poin tahun ini untuk mendorong pasar tenaga kerja AS. Miran mengatakan ...

Wakil Ketua Fed Bowman Menguraikan Upaya Modernisasi Regulasi...
Thursday, 8 January 2026 05:35 WIB

Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama pidatonya di Seminar Presiden Bank Asosiasi Bankir Califor...

Menurut Petinggi Fed Masih Ada Peluang Pemangkasan Suku Bunga Lanjutan...
Tuesday, 6 January 2026 23:47 WIB

Perubahan lebih lanjut pada suku bunga jangka pendek Federal Reserve perlu "disesuaikan dengan cermat" berdasarkan data yang masuk mengingat risiko terhadap target lapangan kerja dan inflasi bank sent...

Barkin: Ekonomi AS di Titik Rapuh, Data Jadi Penentu...
Tuesday, 6 January 2026 20:26 WIB

Presiden Bank Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, mengatakan prospek kebijakan moneter tetap berada dalam keseimbangan yang rapuh mengingat tekanan yang saling bertentangan dari meningkatnya pengang...

Rapat Desember Tak Sejalan, Risalah Fed Picu Spekulasi Pasar...
Wednesday, 31 December 2025 02:12 WIB

Bank Sentral AS (Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah perdebatan yang sangat bernuansa tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS saat ini, menurut cat...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS