Friday, 16 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Empat Penghalang di Balik Rencana Pemangkasan Suku Bunga September
Friday, 29 August 2025 03:32 WIB | FISCAL & MONETARY |Federal Reserve

Pasar sedang mempertimbangkan gagasan pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada bulan September, tetapi Morgan Stanley belum yakin, memperingatkan bahwa peluangnya mungkin mendekati 50-50 meskipun ekspektasi meluas. Indikator ekonomi yang kuat termasuk pertumbuhan PDB yang solid, kondisi keuangan yang sehat, dan volatilitas yang rendah menghalangi alasan yang jelas untuk pelonggaran, kata bank tersebut dalam sebuah laporan terbaru.

Pertumbuhan PDB nominal tetap kuat di atas 5%, pengangguran tetap stabil di 4,2%, dan penjualan ritel terus melampaui ekspektasi, mencerminkan ekonomi yang jauh dari membutuhkan stimulus, kata para ekonom Morgan Stanley. "Ini tidak mungkin karena ekonomi yang melemah," tambah mereka.

Sementara itu, lingkungan keuangan yang lebih luas mendukung gambaran yang tangguh ini, dengan selisih kredit berada pada titik terketatnya dalam 18 tahun, penerbitan obligasi korporasi mendekati rekor tertinggi, dan ketersediaan kredit bank pada level tertinggi dalam dua tahun. Pasar sendiri stabil, mencapai rekor tertinggi di tengah volatilitas rendah dan pelonggaran regulasi yang menjanjikan untuk lebih meringankan kendala likuiditas.

Namun, inflasi tetap berada di atas target 2% The Fed, sehingga menambah kompleksitas keputusan. Harga konsumen inti naik 3,1% year-on-year di bulan Juli, sementara harga produsen naik 3,7%, dan ekspektasi inflasi konsumen melonjak menjadi 4,9%. Morgan Stanley menekankan bahwa inflasi yang terus berlanjut ini bertentangan dengan argumen umum untuk penurunan suku bunga.

Narasi umum menunjukkan bahwa pelonggaran kebijakan dapat memulihkan pasar perumahan yang sedang berjuang “ tertahan oleh suku bunga hipotek 30 tahun yang tinggi “ tetapi Morgan Stanley memperingatkan bahwa pengaruh The Fed terhadap suku bunga hipotek jangka panjang terbatas. Imbal hasil Treasury berdurasi lebih panjang telah didorong lebih tinggi oleh kekhawatiran investor tentang defisit federal yang semakin besar dan peningkatan penerbitan utang.

Meskipun Powell mengisyaratkan bahwa penurunan suku bunga mungkin akan terjadi, laporan ketenagakerjaan dan inflasi yang akan datang pada bulan September kemungkinan akan memberikan kejelasan lebih lanjut kepada investor tentang apakah penurunan suku bunga masuk akal, kata Morgan Stanley.

Seiring berlanjutnya perdebatan mengenai kemungkinan penurunan suku bunga pada rapat The Fed bulan depan, bank tersebut yakin sekaranglah saatnya untuk menambah aset riil dan melepaskan saham teknologi berkapitalisasi kecil yang kurang menguntungkan, serta saham meme berkualitas rendah.

Morgan Stanley merekomendasikan penambahan eksposur ke aset riil seperti emas, reksa dana investasi real estat, dan infrastruktur energi untuk "melengkapi portofolio yang tertimbang berdasarkan tolok ukur dalam ekuitas AS yang pasif."(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Menurut Steven Miran Suku Bunga Tahun 2026 Masih Bisa Turun Sebesar 150 Bps...
Thursday, 8 January 2026 22:55 WIB

Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia menargetkan penurunan suku bunga sebesar 150 basis poin tahun ini untuk mendorong pasar tenaga kerja AS. Miran mengatakan ...

Wakil Ketua Fed Bowman Menguraikan Upaya Modernisasi Regulasi...
Thursday, 8 January 2026 05:35 WIB

Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama pidatonya di Seminar Presiden Bank Asosiasi Bankir Califor...

Menurut Petinggi Fed Masih Ada Peluang Pemangkasan Suku Bunga Lanjutan...
Tuesday, 6 January 2026 23:47 WIB

Perubahan lebih lanjut pada suku bunga jangka pendek Federal Reserve perlu "disesuaikan dengan cermat" berdasarkan data yang masuk mengingat risiko terhadap target lapangan kerja dan inflasi bank sent...

Barkin: Ekonomi AS di Titik Rapuh, Data Jadi Penentu...
Tuesday, 6 January 2026 20:26 WIB

Presiden Bank Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, mengatakan prospek kebijakan moneter tetap berada dalam keseimbangan yang rapuh mengingat tekanan yang saling bertentangan dari meningkatnya pengang...

Rapat Desember Tak Sejalan, Risalah Fed Picu Spekulasi Pasar...
Wednesday, 31 December 2025 02:12 WIB

Bank Sentral AS (Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah perdebatan yang sangat bernuansa tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS saat ini, menurut cat...

LATEST NEWS
Harga emas melonjak di atas $4.500, siap untuk kenaikan mingguan 4% setelah data NFP AS dirilis

Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...

Emas Masih Jadi Buruan para Pelaku pasar

Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...

Perak Sesi Eropa Kemana?

Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...

POPULAR NEWS