
Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk menaikkan suku bunga jika inflasi inti mendekati target 2%. Sementara inflasi konsumen inti telah bertahan di atas 2% selama tiga tahun, tekanan yang didorong oleh permintaan tetap terkendali.
Ueda memberi tahu parlemen bahwa BoJ mempertahankan suku bunga riil negatif untuk mendukung inflasi yang stabil dan berkelanjutan. "Begitu kami lebih yakin bahwa inflasi inti akan mendekati atau berkisar sekitar 2%, kami akan terus menaikkan suku bunga," katanya. BoJ mengakhiri stimulus selama satu dekade tahun lalu, menaikkan suku bunga jangka pendek menjadi 0,5% pada bulan Januari karena inflasi mendekati targetnya.
Namun, kenaikan tarif AS dan ketidakpastian global telah mendorong revisi ke bawah pada perkiraan pertumbuhan, yang mempersulit jalur untuk kenaikan lebih lanjut. Ueda juga memperingatkan tentang risiko mencapai batas bawah nol, yang dapat melemahkan kemampuan BoJ untuk menanggapi penurunan di masa mendatang. Bank sentral akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter pada 16-17 Juni. (Arl)
Sumber: Trading Economics
Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia menargetkan penurunan suku bunga sebesar 150 basis poin tahun ini untuk mendorong pasar tenaga kerja AS. Miran mengatakan ...
Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama pidatonya di Seminar Presiden Bank Asosiasi Bankir Califor...
Perubahan lebih lanjut pada suku bunga jangka pendek Federal Reserve perlu "disesuaikan dengan cermat" berdasarkan data yang masuk mengingat risiko terhadap target lapangan kerja dan inflasi bank sent...
Presiden Bank Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, mengatakan prospek kebijakan moneter tetap berada dalam keseimbangan yang rapuh mengingat tekanan yang saling bertentangan dari meningkatnya pengang...
Bank Sentral AS (Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah perdebatan yang sangat bernuansa tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS saat ini, menurut cat...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...
Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...
Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...
Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat...
Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah...
AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera...
Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama...