
Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada tindakan konkret, pernyataan tersebut cukup untuk mendorong negara-negara Eropa, termasuk Prancis, bekerja sama dengan sekutu guna menyusun rencana kontinjensi jika skenario ekstrem benar-benar terjadi.
Greenland dan Kepentingan Strategis AS
Greenland, wilayah otonom Denmark yang juga merupakan anggota NATO, memiliki posisi strategis di kawasan Arktik. Wilayah ini penting bagi sistem pertahanan rudal, jalur militer, serta kepentingan keamanan global. Amerika Serikat sendiri telah lama memiliki pangkalan militer di Greenland, sehingga secara praktis AS sudah memiliki akses strategis tanpa perlu mengambil alih wilayah tersebut secara langsung.
Ancaman Nyata atau Retorika Politik.
Hingga saat ini, tidak ada indikasi langkah militer nyata dari AS untuk menguasai Greenland. Para analis menilai isu ini lebih mencerminkan retorika politik dan tekanan diplomatik, bukan rencana invasi sesungguhnya. Mengambil alih wilayah milik negara anggota NATO akan melanggar hukum internasional dan berisiko memicu krisis besar di dalam aliansi itu sendiri.
Apakah NATO Berpotensi Pecah?
Kemungkinan NATO pecah dinilai sangat kecil. Denmark sebagai pemilik kedaulatan Greenland adalah anggota penuh NATO, dan Pasal 5 NATO menyatakan bahwa serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh aliansi. Jika AS benar-benar bertindak agresif, langkah tersebut justru akan menempatkan Washington dalam posisi melanggar komitmen NATO-nya sendiri.
Namun demikian, para pengamat menilai bahwa:
Ketegangan internal NATO bisa meningkat
Kepercayaan antar sekutu dapat terganggu
Koordinasi keamanan Eropa Dan AS berpotensi diuji
Hal inilah yang mendorong negara seperti Prancis untuk mulai menyusun skenario darurat bersama sekutu.
Dampak Global dan Reaksi Pasar
Isu Greenland ini turut meningkatkan kewaspadaan pasar global. Ketegangan geopolitik cenderung:
Mendukung aset safe haven seperti emas
Meningkatkan volatilitas mata uang utama
Membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko
Kesimpulan
Meski isu pengambilalihan Greenland terdengar serius, peluang AS benar-benar melakukan langkah tersebut masih sangat kecil. NATO juga dinilai tetap solid, meskipun retorika keras berpotensi menciptakan gesekan internal. Bagi pasar global, isu ini lebih berfungsi sebagai alarm geopolitik ketimbang ancaman konflik nyata, namun tetap cukup untuk menjaga sentimen tetap waspada.(Cay)
Sumber: Newsmaker.id
Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...
Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...
Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...
Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato penting semalam, menyoroti sejumlah agenda utama pemerintahannya dan memperingatkan pendukungnya jelang pemilu 2026. Dalam pidato yang disampa...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...