Friday, 06 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
AS - Jepang Sepakat Tanah Jarang Menjelang Pertemuan Trump - Xi
Tuesday, 28 October 2025 17:19 WIB | GLOBAL ECONOMIC |Ekonomi Global

Jepang dan Amerika Serikat sepakat untuk menjalin kerja sama di bidang reaktor tenaga nuklir generasi baru dan tanah jarang, seiring Tokyo berupaya kembali ke pasar ekspor teknologi nuklirnya dan keduanya berupaya mengurangi dominasi Tiongkok atas komponen elektronik utama.

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menandatangani perjanjian kerangka kerja pada hari Selasa untuk mengamankan pasokan tanah jarang yang digunakan dalam berbagai hal, mulai dari mobil hingga jet tempur.

Mereka menandatangani dokumen-dokumen tersebut, yang mencakup mineral-mineral penting, di Istana Akasaka bergaya neo-Barok di Tokyo, di bawah tiga lampu gantung yang dibalut ornamen emas, disambut tepuk tangan meriah dari para ajudan.

Mereka tidak secara langsung menyebut Tiongkok, yang memproses lebih dari 90% tanah jarang dunia, sehingga menjadikannya sumber kekhawatiran masing-masing negara tentang rantai pasokan mineralnya. Beijing baru-baru ini memperluas pembatasan ekspor.

Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan bertemu pada hari Kamis di sela-sela Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik di Korea Selatan untuk membahas kesepakatan yang akan menghentikan tarif AS yang lebih tinggi dan kontrol ekspor tanah jarang Tiongkok.

Jepang dan Amerika Serikat akan menggunakan perangkat kebijakan ekonomi dan investasi terkoordinasi untuk mempercepat "pengembangan pasar yang terdiversifikasi, likuid, dan adil untuk mineral penting dan tanah jarang", kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Mereka bertujuan untuk memberikan dukungan finansial kepada proyek-proyek terpilih dalam enam bulan ke depan, tambahnya. Kedua negara akan mempertimbangkan pengaturan penimbunan yang saling melengkapi dan bekerja sama dengan mitra internasional untuk memastikan keamanan rantai pasokan, katanya.

Sementara Tiongkok mendominasi ekstraksi tanah jarang global, Amerika Serikat dan Myanmar masing-masing menguasai 12% dan 8%, kata Eurasia Group, sementara Malaysia dan Vietnam mencakup pemrosesan - di mana Tiongkok juga merupakan pemain teratas - masing-masing 4% dan 1%.(alg)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Mahkamah Agung vs Tarif: Pasar Siaga Guncangan...
Thursday, 8 January 2026 20:09 WIB

Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat mengguncang pasar, menjadi salah satu ujian besar be...

Tanker Rusia Disita, Trump Gencarkan Kendali Minyak Venezuela...
Thursday, 8 January 2026 15:54 WIB

AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera Rusia, sebagai bagian dari upaya agresif Presiden Donal...

Sekutu Eropa Bersiap, Prancis Antisipasi Langkah AS Di Greenland...
Wednesday, 7 January 2026 17:56 WIB

Prancis bekerja sama dengan para mitra untuk menyusun rencana tentang bagaimana menanggapi jika Amerika Serikat bertindak sesuai ancamannya untuk mengambil alih Greenland, kata seorang menteri pada ha...

PBB: Dunia Makin Tidak Aman Usai Aksi AS di Venezuela...
Tuesday, 6 January 2026 20:38 WIB

Komunitas internasional harus memperjelas bahwa intervensi AS di Venezuela merupakan pelanggaran hukum internasional yang membuat dunia menjadi kurang aman, kata Kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Hak...

Trump Ancam Iran soal Penindakan Protes di Tengah Kerusuhan Mematikan...
Friday, 2 January 2026 23:55 WIB

Presiden AS Donald Trump mengancam pada hari Jumat untuk membantu para demonstran di Iran jika pasukan keamanan menembaki mereka, beberapa hari setelah kerusuhan yang telah menewaskan beberapa orang d...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS