Saturday, 13 June 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
RECENT NEWS
Emas Berbalik Arah, Risiko Masih Tinggi
Monday, 2 February 2026 22:53 WIB |

Logam mulia mulai "ambil napas" setelah diguncang aksi jual brutal di sesi Asia. Harga sempat jatuh dalam lalu muncul pantulan tipis, karena pasar sedang menakar: ini koreksi wajar setelah reli gila-gilaan, atau sinyal reli besar benar-benar patah. Emas spot masih tertekan sekitar 4% setelah sebelumnya sempat ambruk hingga 10% melanjutkan penurunan paling tajam dalam lebih dari satu dekade pada Jumat. Perak juga belum pulih, turun lebih dari 7% setelah sesi sebelumnya sempat rontok 16% dan mencetak penurunan intraday terbesar. Sentimennya jelas: dari euforia jadi risk-off dalam satu...

Risiko Iran Mereda, Minyak Langsung Turun
Monday, 2 February 2026 22:45 WIB |

Harga minyak ambles tajam karena pasar mulai melepas "premi perang" yang sempat menempel selama Januari. Pemantiknya: Donald Trump bilang Washington sedang berkomunikasi/berbicara dengan Iran, bikin pelaku pasar membaca situasi sebagai sinyal de eskalasi, bukan menuju bentrok terbuka. Di sesi Senin, 2 Februari 2026, Brent turun ke sekitar $65,86/barel dan WTI turun ke sekitar $61,79/barel keduanya terkoreksi sekitar 4“5% setelah sebelumnya mencatat lonjakan bulanan besar. Pasar yang kemarin nge price in gangguan pasokan, sekarang buru-buru "reset posisi". Dari sisi geopolitik, Trump juga...

Minyak Panas, Pasar Cemas : Hormuz Jadi Sorotan
Friday, 30 January 2026 10:20 WIB |

Harga minyak cenderung stabil setelah lonjak lebih dari 3% pada Kamis, saat pelaku pasar menimbang ancaman terbaru Presiden AS Donald Trump terhadap Iran dan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah. West Texas Intermediate (WTI) bertahan di sekitar $66 per barel, melanjutkan reli tiga hari yang juga terbantu pelemahan dolar AS. Sementara Brent bertahan di atas $70, pertama kalinya sejak Juli, setelah premi risiko geopolitik kembali "disuntikkan" ke harga. Pemicu utamanya datang dari peringatan Trump: jika Iran tidak mau mencapai kesepakatan nuklir, opsi serangan militer tetap ada. Nada...

Emas Tiba-Tiba Loyo Di Asia, Ada Apa?
Friday, 30 January 2026 10:12 WIB |

Harga emas turun di sesi Asia pada Jumat (30/1) setelah sebelumnya sempat "liar" dan mencetak rekor tinggi. Saat laporan ini dibuat, emas global bergerak di kisaran $5.280 ribuan per ons. Pelemahan ini terjadi karena pasar mulai ambil untung setelah reli besar-besaran beberapa hari terakhir. Setelah naik terlalu cepat, banyak trader memilih mengunci profit, sehingga harga terkoreksi. Pergerakan emas minggu ini memang penuh "whipsaw": sempat dekat $5.600, lalu berbalik turun tajam. Kondisi seperti ini biasanya muncul saat posisi spekulatif sudah padat dan pasar mudah terpancing aksi jual...