
Perak merosot di bawah $50 per ons pada hari Jumat, melemah untuk sesi kedua berturut-turut di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan menahan diri untuk tidak memangkas suku bunga pada bulan Desember seiring para pembuat kebijakan menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Laporan penggajian non-pertanian AS yang tertunda yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan sinyal yang beragam, dengan pertumbuhan lapangan kerja meningkat pada bulan September, tetapi tingkat pengangguran naik menjadi 4,4%, tertinggi dalam empat tahun. Laporan ini akan menjadi data pasar tenaga kerja final menjelang pertemuan FOMC bulan depan, karena BLS mengatakan akan melewatkan rilis data ketenagakerjaan reguler bulan Oktober dan memasukkan data tersebut ke dalam laporan November yang tertunda.
Selain itu, Gubernur Fed Michael Barr memperingatkan bahwa bank sentral harus berhati-hati dalam melanjutkan pemangkasan suku bunga, mengingat inflasi masih berada di atas target. Logam mulia ini diperkirakan akan melemah lebih dari 1% minggu ini.(cay)
Sumber: Trading Economi
Harga perak (XAG/USD) berbalik melemah pada Rabu (7/1) setelah tiga sesi sebelumnya melonjak. Perak turun sekitar 2,5% dan berada di kisaran US$79,27 per troy ounce pada perdagangan terbaru, menandai ...
Pasar perak masih fokus kuat pada fundamental yang mendukung harga tinggi hari ini. Meskipun ada beberapa koreksi dalam beberapa hari terakhir, struktur dasar pasar perak tetap rapat karena supply yan...
Harga perak naik menjadi sekitar $79 per ons pada hari Selasa, menandai kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut dan bergerak menuju level rekor. Serangan AS terhadap Venezuela dan penangkapan Presid...
Harga perak bergerak menguat pada hari ini, 2 Januari 2026, seiring meningkatnya minat investor di awal tahun. Sentimen pasar didorong oleh ketidakpastian global yang masih tinggi, membuat perak kemba...
Harga perak diperdagangkan stabil pada hari Rabu, 31 Desember 2025, menjelang penutupan tahun. Pergerakan harga cenderung terbatas karena banyak investor memilih menahan langkah di tengah likuiditas y...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...