Tuesday, 27 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Perak Dekati $38, Optimisme Perdagangan Menguat
Tuesday, 12 August 2025 15:28 WIB | SILVER |SILVER

Harga perak (XAG/USD) menguat setelah mencatat penurunan sekitar 2% pada sesi sebelumnya, diperdagangkan di sekitar $37,80 per troy ounce selama jam perdagangan Eropa pada Selasa(12/8). Perak menarik minat pembeli setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Senin malam untuk menunda penerapan tarif besar-besaran terhadap Tiongkok selama tambahan 90 hari.

Keputusan tersebut diambil hanya beberapa jam sebelum kesepakatan sebelumnya antara dua ekonomi terbesar dunia itu dijadwalkan berakhir. Sebagai respons, Kementerian Perdagangan Tiongkok mengumumkan akan menangguhkan tambahan tarif terhadap barang-barang AS untuk periode yang sama, mengikuti perintah eksekutif Trump yang memperpanjang gencatan tarif.

Perlu dicatat bahwa perak memiliki peran penting dalam berbagai aplikasi industri, seperti elektronik, panel surya, dan komponen otomotif. Mengingat status Tiongkok sebagai salah satu pusat manufaktur terbesar dunia, permintaan industri negara tersebut terhadap perak sangat signifikan.

Perak yang tidak memberikan bunga juga mendapat dukungan dari meningkatnya peluang bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melakukan beberapa kali pemangkasan suku bunga sebelum akhir tahun ini. Investor mungkin beralih ke logam mulia untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih baik, karena biaya menyimpan perak relatif rendah, sehingga membuatnya lebih menarik.

Data klaim tunjangan pengangguran awal (Initial Jobless Claims) yang lebih tinggi dan data ketenagakerjaan non-pertanian (Nonfarm Payrolls) bulan Juli yang lebih rendah di Amerika Serikat telah meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan depan, dengan kemungkinan langkah lanjutan di bulan Desember. Pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 84% untuk pemangkasan suku bunga pada pertemuan September, turun dari 90% seminggu yang lalu, menurut alat CME FedWatch.

Namun, para pelaku pasar menantikan data inflasi konsumen AS yang akan dirilis pada sesi perdagangan Amerika Utara. Investor mungkin akan lebih berhati-hati karena Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk bulan Juli diperkirakan akan sedikit meningkat, yang dapat memengaruhi prospek kebijakan The Fed. (azf)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
Perak Terkoreksi, Investor Mulai Ambil Untung...
Wednesday, 7 January 2026 17:14 WIB

Harga perak (XAG/USD) berbalik melemah pada Rabu (7/1) setelah tiga sesi sebelumnya melonjak. Perak turun sekitar 2,5% dan berada di kisaran US$79,27 per troy ounce pada perdagangan terbaru, menandai ...

Perak Bisa Jadi Primadona Sekarang!...
Wednesday, 7 January 2026 08:12 WIB

Pasar perak masih fokus kuat pada fundamental yang mendukung harga tinggi hari ini. Meskipun ada beberapa koreksi dalam beberapa hari terakhir, struktur dasar pasar perak tetap rapat karena supply yan...

Harga Perak Kembali Menguat...
Tuesday, 6 January 2026 23:23 WIB

Harga perak naik menjadi sekitar $79 per ons pada hari Selasa, menandai kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut dan bergerak menuju level rekor. Serangan AS terhadap Venezuela dan penangkapan Presid...

Perak Mulai Bersinar di Awal 2026, Ada Sinyal Besar dari Ekonomi Global?...
Friday, 2 January 2026 08:02 WIB

Harga perak bergerak menguat pada hari ini, 2 Januari 2026, seiring meningkatnya minat investor di awal tahun. Sentimen pasar didorong oleh ketidakpastian global yang masih tinggi, membuat perak kemba...

Perak Stabil di Hari Terakhir Tahun, Investor Masih Hati-Hati...
Wednesday, 31 December 2025 08:16 WIB

Harga perak diperdagangkan stabil pada hari Rabu, 31 Desember 2025, menjelang penutupan tahun. Pergerakan harga cenderung terbatas karena banyak investor memilih menahan langkah di tengah likuiditas y...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS