
Harga perak (XAG/USD) tergelincir pada perdagangan Senin (11/8) di sesi Asia, mengakhiri tren kenaikan enam hari berturut-turut. Logam putih ini diperdagangkan di dekat $38,10 per ons, ditekan oleh penguatan Dolar AS, aksi ambil untung investor, dan optimisme terkait potensi gencatan senjata dalam perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Kombinasi faktor ini mengurangi minat terhadap aset safe haven seperti perak.
Fokus pelaku pasar kini tertuju pada perkembangan negosiasi dagang antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut, terutama menjelang batas waktu penerapan tarif tambahan. Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, mengatakan pada Kamis lalu bahwa Presiden Donald Trump kemungkinan akan memperpanjang batas waktu perdagangan selama 90 hari lagi. Pernyataan ini mendorong harapan akan adanya kesepakatan yang bisa menghindari eskalasi lebih lanjut.
Senada dengan itu, Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menyatakan bahwa AS dan Tiongkok saat ini tengah "berusaha untuk" memperpanjang batas waktu tersebut. Sinyal positif ini menekan permintaan terhadap perak sebagai aset lindung nilai. Namun, para analis mengingatkan bahwa ketidakpastian tetap tinggi, dan munculnya ketegangan baru bisa kembali mendorong investor masuk ke aset safe haven seperti perak.
Selain isu geopolitik, pelaku pasar juga mencermati data inflasi AS yang akan dirilis Selasa ini. Angka tersebut diharapkan dapat memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve ke depan. Jika inflasi tercatat lebih rendah dari perkiraan, pasar bisa memperkirakan peluang penurunan suku bunga yang lebih agresif, yang pada gilirannya dapat mendukung harga perak.
Suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan logam mulia seperti perak karena menurunkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil. Oleh karena itu, meskipun perak saat ini tertekan, potensi pemulihan tetap terbuka apabila data inflasi menunjukkan pelemahan dan ketegangan global kembali meningkat.(alg)
Sumber: Newsmaker.id
Harga perak (XAG/USD) berbalik melemah pada Rabu (7/1) setelah tiga sesi sebelumnya melonjak. Perak turun sekitar 2,5% dan berada di kisaran US$79,27 per troy ounce pada perdagangan terbaru, menandai ...
Pasar perak masih fokus kuat pada fundamental yang mendukung harga tinggi hari ini. Meskipun ada beberapa koreksi dalam beberapa hari terakhir, struktur dasar pasar perak tetap rapat karena supply yan...
Harga perak naik menjadi sekitar $79 per ons pada hari Selasa, menandai kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut dan bergerak menuju level rekor. Serangan AS terhadap Venezuela dan penangkapan Presid...
Harga perak bergerak menguat pada hari ini, 2 Januari 2026, seiring meningkatnya minat investor di awal tahun. Sentimen pasar didorong oleh ketidakpastian global yang masih tinggi, membuat perak kemba...
Harga perak diperdagangkan stabil pada hari Rabu, 31 Desember 2025, menjelang penutupan tahun. Pergerakan harga cenderung terbatas karena banyak investor memilih menahan langkah di tengah likuiditas y...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...