
Harga perak (XAG/USD) menelusuri kembali penurunannya baru-baru ini, berkisar di sekitar $31,90 per troy ons selama sesi Asia hari Rabu. Permintaan safe haven untuk logam mulia meningkat di tengah meningkatnya penghindaran risiko menyusul tarif baru AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pada hari Senin, Presiden AS Donald Trump menerapkan tarif tetap 25% untuk impor baja dan aluminium, menghilangkan semua pengecualian dan membatalkan perjanjian perdagangan sebelumnya dengan sekutu utama AS. Langkah tersebut bertujuan untuk mendukung industri dalam negeri yang sedang berjuang tetapi meningkatkan risiko konflik perdagangan yang lebih luas.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat semakin mendukung harga Perak. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Selasa malam bahwa gencatan senjata akan berakhir, dan Israel akan melanjutkan "pertempuran sengit" di Gaza jika Hamas tidak membebaskan sandera pada Sabtu siang, menurut BBC. Sebelumnya, Presiden Trump mendesak Israel untuk menghentikan gencatan senjata jika sandera tidak dikembalikan pada akhir pekan. Namun, permintaan untuk Perak yang tidak memberikan bunga mungkin akan menghadapi kendala, karena suku bunga AS yang lebih tinggi kemungkinan akan terus berlanjut. Dalam laporan setengah tahunannya kepada Kongres, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan bahwa para pejabat "tidak perlu terburu-buru" untuk memangkas suku bunga, dengan alasan pasar kerja yang kuat dan pertumbuhan ekonomi yang solid. Powell juga mencatat bahwa kebijakan tarif Presiden Trump dapat memberikan tekanan ke atas tambahan pada harga, sehingga semakin menantang bagi Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Investor sekarang menunggu rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada hari Rabu, yang dapat membentuk ekspektasi terhadap kebijakan moneter Fed. Inflasi IHK utama diproyeksikan akan tetap stabil pada 2,9% tahun-ke-tahun, sementara inflasi IHK inti diperkirakan akan sedikit menurun menjadi 3,1% dari sebelumnya 3,2%.
Harga perak menguat karena permintaan safe haven menyusul tarif baru Trump.
PM Israel Netanyahu memperingatkan untuk mengakhiri gencatan senjata jika Hamas tidak membebaskan sandera pada Sabtu siang.
Perak yang tidak memberikan imbal hasil dapat mengalami kesulitan karena Powell dari Fed mengisyaratkan tidak ada urgensi untuk memangkas suku bunga.(Cay)
Sumber: Fxstreet
Harga perak (XAG/USD) berbalik melemah pada Rabu (7/1) setelah tiga sesi sebelumnya melonjak. Perak turun sekitar 2,5% dan berada di kisaran US$79,27 per troy ounce pada perdagangan terbaru, menandai ...
Pasar perak masih fokus kuat pada fundamental yang mendukung harga tinggi hari ini. Meskipun ada beberapa koreksi dalam beberapa hari terakhir, struktur dasar pasar perak tetap rapat karena supply yan...
Harga perak naik menjadi sekitar $79 per ons pada hari Selasa, menandai kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut dan bergerak menuju level rekor. Serangan AS terhadap Venezuela dan penangkapan Presid...
Harga perak bergerak menguat pada hari ini, 2 Januari 2026, seiring meningkatnya minat investor di awal tahun. Sentimen pasar didorong oleh ketidakpastian global yang masih tinggi, membuat perak kemba...
Harga perak diperdagangkan stabil pada hari Rabu, 31 Desember 2025, menjelang penutupan tahun. Pergerakan harga cenderung terbatas karena banyak investor memilih menahan langkah di tengah likuiditas y...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...