
Yen Jepang (JPY) menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Selasa, dengan USD/JPY melanjutkan pelemahannya untuk hari ketiga berturut-turut karena ancaman penutupan pemerintah Amerika Serikat (AS) membebani Greenback dan meningkatkan permintaan aset safe haven untuk Yen. Saat artikel ini ditulis, pasangan mata uang ini diperdagangkan di dekat 147,85, turun hampir 0,5% hari ini.
Investor sebagian besar mengabaikan data aktivitas ekonomi Jepang yang lemah yang dirilis sebelumnya, dan alih-alih mengalihkan perhatian mereka ke kebuntuan politik di Washington. Presiden AS Donald Trump, yang berbicara di Gedung Putih pada hari Selasa, memperingatkan bahwa "kemungkinan besar akan terjadi penutupan pemerintah" dan mengatakan partainya "dapat memangkas tunjangan" sebagai bagian dari negosiasi pengeluaran, menambahkan bahwa "Demokrat mengambil risiko" dengan menolak usulannya.
Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan pada hari Selasa bahwa penutupan pemerintah yang singkat berdampak kecil terhadap perekonomian, tetapi ia memperingatkan bahwa dampak keseluruhannya bergantung pada luas dan durasi penutupan tersebut.
Pernyataan tersebut muncul menjelang tenggat waktu tengah malam pada hari Selasa, yang membuat pemerintah berada di jalur untuk kemungkinan penutupan mulai hari Rabu kecuali anggota parlemen mencapai kesepakatan di menit-menit terakhir.
Di luar perdebatan penutupan, Goolsbee mengatakan pasar tenaga kerja AS tetap "cukup stabil," mencatat bahwa meskipun pertumbuhan penggajian melambat, indikator pekerjaan lainnya secara umum tetap stabil. Ia juga memperingatkan bahwa negara itu "tampaknya sedang menuju gelombang tarif baru," menambahkan bahwa ia berharap langkah-langkah ini terbukti hanya merupakan kenaikan harga moderat yang bersifat sementara. Goolsbee memperingatkan bahwa jika inflasi terbukti lebih persisten, hal itu akan menimbulkan skenario yang sulit bagi Federal Reserve.
Di seberang Pasifik, rilis data makro AS memberikan dukungan terbatas terhadap Dolar. Indeks Kepercayaan Konsumen (Conference Board) turun menjadi 94,2 pada bulan September dari 97,8 yang direvisi pada bulan Agustus, sementara Lowongan Kerja JOLTS untuk bulan Agustus naik tipis menjadi 7,23 juta dari 7,21 juta pada bulan Juli, secara umum sesuai dengan ekspektasi.
Ke depannya, fokus beralih ke data ekonomi mendatang dari kedua sisi Pasifik. Di Jepang, survei Tankan kuartal ketiga akan dirilis pada hari Rabu, sementara di Amerika Serikat, perhatian tertuju pada laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP beserta pembacaan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur S&P Global dan ISM, yang juga dijadwalkan pada hari Rabu.(Cay)
Sumber: Fxstreet
Pasangan USD/JPY melemah pada perdagangan Asia hari Senin, bergerak di sekitar 156,20 dan sempat mendekati 156,00. Pelemahan ini terjadi setelah Yen Jepang (JPY) menguat, menyusul sinyal dari Bank of ...
Yen Jepang menjadi mata uang utama dengan kinerja terburuk terhadap dolar AS sepanjang 2025, meskipun Bank Sentral Jepang (BOJ) justru menaikkan suku bunga. Bahkan dengan langkah pengetatan lebih lanj...
Yen Jepang sedikit melemah selama sesi Asia pada hari Rabu(17/12), seiring investor memilih berhati-hati menunggu pembaruan kebijakan Bank Sentral Jepang (BoJ). Fokus pasar kini tertuju pada pertemuan...
Pasangan USD/JPY melemah ke sekitar 155,10 di awal sesi Asia hari Selasa(16/12). Yen menguat pelan karena pasar makin yakin Bank of Japan (BoJ) bakal naikkan suku bunga pada rapat kebijakan hari Jumat...
Yen Jepang (JPY) masih dalam tekanan dan cenderung melemah tipis terhadap dolar AS di sesi Asia hari Jumat. Investor khawatir dengan kondisi keuangan Jepang yang makin berat karena rencana belanja bes...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...
Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...
Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...