
Yen Jepang (JPY) melemah secara menyeluruh selama sesi Asia pada hari Jumat (27/6) sebagai reaksi terhadap data yang menunjukkan bahwa inflasi konsumen di Tokyo melambat tajam pada bulan Juni. Selain itu, Penjualan Ritel Jepang mencatat pertumbuhan selama 38 bulan berturut-turut, meskipun pada laju paling lambat sejak Februari.
Hal ini terjadi di atas ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) dapat menunda kenaikan suku bunga hingga Q1 2026, yang, bersama dengan sentimen pasar yang optimis, ternyata menjadi faktor utama yang melemahkan mata uang safe haven JPY. Selain itu, ketidakpastian atas dampak tarif AS terhadap ekonomi Jepang ternyata menjadi faktor lain yang berkontribusi terhadap kinerja JPY yang relatif buruk pada hari terakhir minggu ini.
Namun, investor tampaknya yakin bahwa BoJ akan tetap berada di jalur normalisasi kebijakan moneter karena inflasi di Jepang terus-menerus melampaui target tahunannya sebesar 2%. Hal ini menandai perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan dorongan bank sentral utama lainnya ke arah pendekatan yang lebih longgar dan dapat membatasi kerugian bagi JPY yang berimbal hasil lebih rendah.
Di sisi lain, Dolar AS (USD) berjuang mendekati level terendah dalam tiga setengah tahun di tengah kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve (Fed) dan taruhan bahwa bank sentral AS dapat melanjutkan siklus pemotongan suku bunga paling cepat bulan depan. Hal ini selanjutnya berkontribusi untuk membatasi keuntungan bagi pasangan USD/JPY, yang tetap berada di jalur untuk mencatat kerugian mingguan yang besar.(alg)
Sumber: FXstreet
Yen Jepang melemah mendekati 158,5 per dolar pada hari Kamis(22/1), di tengah kekhawatiran pasar atas prospek fiskal yang memburuk. Bank Sentral Jepang (BOJ) memulai pertemuan kebijakan dua hari, dan ...
Pasangan USD/JPY melemah pada perdagangan Asia hari Senin, bergerak di sekitar 156,20 dan sempat mendekati 156,00. Pelemahan ini terjadi setelah Yen Jepang (JPY) menguat, menyusul sinyal dari Bank of ...
Yen Jepang menjadi mata uang utama dengan kinerja terburuk terhadap dolar AS sepanjang 2025, meskipun Bank Sentral Jepang (BOJ) justru menaikkan suku bunga. Bahkan dengan langkah pengetatan lebih lanj...
Yen Jepang sedikit melemah selama sesi Asia pada hari Rabu(17/12), seiring investor memilih berhati-hati menunggu pembaruan kebijakan Bank Sentral Jepang (BoJ). Fokus pasar kini tertuju pada pertemuan...
Pasangan USD/JPY melemah ke sekitar 155,10 di awal sesi Asia hari Selasa(16/12). Yen menguat pelan karena pasar makin yakin Bank of Japan (BoJ) bakal naikkan suku bunga pada rapat kebijakan hari Jumat...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...