
Yen Jepang (JPY) bergerak turun setelah pernyataan hati-hati dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan membantu pasangan USD/JPY bangkit dari level di bawah 151,00 atau level terendah sejak 10 Desember yang dicapai selama sesi Asia pada hari Jumat (7/2). Namun, depresiasi JPY yang berarti tampaknya sulit dipahami mengingat semakin banyaknya penerimaan bahwa Bank Jepang (BoJ) akan terus memperketat kebijakannya.
Faktanya, komentar dari pejabat senior BoJ pada hari Kamis menunjukkan bahwa bank sentral Jepang mempertahankan pendiriannya untuk terus menaikkan biaya pinjaman. Hal ini akan mengakibatkan penyempitan perbedaan suku bunga antara BoJ dan bank sentral utama lainnya, termasuk Federal Reserve (Fed), yang seharusnya terus mendukung JPY yang berimbal hasil lebih rendah dan membantu membatasi kerugian. Selain itu, pergerakan harga Dolar AS (USD) yang lemah mungkin berkontribusi untuk membatasi pasangan USD/JPY menjelang rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS.(ads)
Sumber: FXStreet
Yen Jepang melemah mendekati 158,5 per dolar pada hari Kamis(22/1), di tengah kekhawatiran pasar atas prospek fiskal yang memburuk. Bank Sentral Jepang (BOJ) memulai pertemuan kebijakan dua hari, dan ...
Pasangan USD/JPY melemah pada perdagangan Asia hari Senin, bergerak di sekitar 156,20 dan sempat mendekati 156,00. Pelemahan ini terjadi setelah Yen Jepang (JPY) menguat, menyusul sinyal dari Bank of ...
Yen Jepang menjadi mata uang utama dengan kinerja terburuk terhadap dolar AS sepanjang 2025, meskipun Bank Sentral Jepang (BOJ) justru menaikkan suku bunga. Bahkan dengan langkah pengetatan lebih lanj...
Yen Jepang sedikit melemah selama sesi Asia pada hari Rabu(17/12), seiring investor memilih berhati-hati menunggu pembaruan kebijakan Bank Sentral Jepang (BoJ). Fokus pasar kini tertuju pada pertemuan...
Pasangan USD/JPY melemah ke sekitar 155,10 di awal sesi Asia hari Selasa(16/12). Yen menguat pelan karena pasar makin yakin Bank of Japan (BoJ) bakal naikkan suku bunga pada rapat kebijakan hari Jumat...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...